Tahun depan, harga minyak anom Indonesia dipatok pada angka 45 dolar AS per barel.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kesibukan Usaha Hulu Minyak dan Udara Bumi (SKK Migas) menetapkan agenda kerja yang agresif pada tarikh 2021. Tahun depan, SKK Migas mentargetkan lifting dapat di atas 705 ribu BOPD untuk minyak dan 5. 638 juta standar bermalas-malasan kubik per hari (MMSCFD) buat gas.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menjelaskan rencana kerja yang agresif ini dilaksanakan sebagai jalan untuk meminimalisir terjadinya penurunan penerapan di 2021 dan sebagai tumpuan untuk meningkatkan produksi menuju target 2030.

“Penetapan target yang bertambah tinggi diusahakan oleh SKK Migas, untuk memacu usaha-usaha peningkatan buatan yang lebih maksimal, ” sekapur Dwi, Kamis (17/12).

Untuk mengejar target lifting tersebut, SKK Migas berhubungan KKKS juga sepakat mencari terobosan agar dapat meningkatkan realisasi kegiatan di lapangan.

Deputi Perencanaan SKK Migas, Jaffee A Suardin mengatakan dalam pembahasan WP& B 2021 usulan kesibukan pemboran sumur pengembangan berjumlah 485 sumur. “Namun SKK Migas berupaya untuk melaksanakan kegiatan yang masif, agresif dan efisien sehingga kegiatan pemboran pengembangan akan diusahakan ditingkatkan menjadi 616 sumur, ” perkataan Jaffe.

Sedangkan workover yang sebelumnya diusulkan sebanyak 517 sumur diusahakan naik menjadi 615 sumur, dan well service yang sebelumnya diusulkan sebanyak 26. 211 sumber menjadi 26. 431 sumur.

Penetapan target dengan lebih tinggi akan dapat dicapai apabila masalah perizinan untuk penghentian lahan dapat dipercepat, fasilitas penerapan tersedia tepat waktu, adanya bunga insentif, serta permasalahan keekonomian lapangan yang dapat dicarikan jalan keluar.

Selain itu, serupa tidak terdapat kendala offtaker . Oleh karena tersebut SKK Migas sangat berharap mendapat dukungan dari para pemangku hajat agar masalah dan tantangan mampu diatasi.

Dalam WP& B 2021, angka investasi dipatok sebesar 12, 3 miliar dolar AS dan cost recovery dalam angka 8, 34 miliar dolar AS. Dengan asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) di tahun 2021 pada angka 45 dolar AS per barel, penerimaan negara diperkirakan dapat mencapai 8, 09 miliar dolar AS.   Angka ini juga berada di untuk target APBN 2021 sebesar  7, 28 miliar dolar AS.

“Hasil dari WP& B 2021 adalah rencana optimistis SKK Migas dan KKKS, buat itu kami akan memastikan semesta program kerja yang telah dirancang dapat dilaksanakan sesuai dengan target, ” papar Jaffee.