Kasus positif aktif masih terdapat pada 61 kelurahan dari 151 kelurahan yang ada.

REPUBLIKA. CO. ID,   BANDUNG — Negeri Kota (Pemkot) Bandung mengklaim 3 kecamatan di Kota Bandung nihil kasus positif aktif covid-19. Sementara itu, hingga Selasa (6/10) kemarin, angka penyebaran atau reproduksi covid-19 di Bandung berada dibawah mulia yaitu 0, 83.

“Terdapat 3 kecamatan tanpa peristiwa konfirmasi aktif, yaitu Babakan Ciparay, Bandung Wetan, dan Cibiru, ” ujar Wali Kota Bandung, Oded M Danial kepada wartawan.

Ia melanjutkan, kasus positif aktif masih terdapat di 61 kelurahan dari 151 kelurahan yang ada. Sedangkan 90 kelurahan lainnya tidak terdapat urusan positif aktif.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyebaran covid-19 di Bandung masih terkendali. Meski begitu, level kepatuhan masyarakat menurun sebesar 7, 05 persen dengan jenis pelanggaran mayoritas warga tidak memakai masker.

Melihat kondisi tersebut pihaknya memutuskan tentu melaksanakan adaptasi kebiasaan baru (AKB) diperketat dengan lebih menguatkan penjagaan operasi yustisi di semua bintik di Kota Bandung. “Memutuskan AKB dipeeketat dengan penguatan operasi yustisi, ” katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga akan memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) baik di tingkat RT maupun RW secara sepadan. Hal itu dilakukan dengan tahu dan mempertimbangkan jumlah kasus pengesahan positif di wilayah tersebut. Tetapi, katanya belum terdapat usulan lantaran pihak kewilayahan yang ada.

Oded memasukkan, buka tutup jalan akan tetap dilanjutkan. Sebab berdasarkan penelitian & pengalaman cara tersebut paling efektif mengurangi kerumunan.

“Intinya pengetatan di lingkup kota akan ditingkatkan, ” katanya.