IHRAM. CO. ID, JAKARTA — Sebesar 30 orang tim advance Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) berangkat ke Tanah Suci, Selasa (3/11). Tim advance ini menjelma jamaah umroh gelombang kedua untuk mengikuti umroh fase ketiga.  

“Insya Allah dari SAPUHI tersedia 30 pax yang berangkat dalam pagi hari ini, ” cakap Sekjen SAPUHI Ikhsan, saat dihubungi, Selasa (3/11).

Ikhsan mengatakan total jamaah haji umroh yang akan berangkat pagi hari ini sebanyak 74 orang lebih. Mereka akan diterbangkan memakai maskapai nasional Saudi Airlines.   “Jamaah diterbangkan pukul 10. 45 WIB, ” ujarnya.

Di Tanah Kudus jamaah dan juga tim advance akan tinggal selama 10 keadaan. Selama sepuluh hari itu tim akan mempelajari cara menjalankan ibadah umroh selama pandemi.   “Yang akan dilakukan adalah edutrip.   Karena pasti bakal ada experience baru untuk anju jamaah umroh nantinya, ” katanya.

Tatkala itu, Ketua Kesatuan Tour Travel Umrah dan Haji (Kesthuri) Provinsi Sulawesi Selatan Usman Jasad menyebutkan Indonesia mendapat kuota 1. 000 orang umroh per hari dibanding Pemerintah Arab Saudi.

“Tidak ada kuota khusus Sulsel dari pemerintah sentral, karena itu kan kuota nasional. Tentunya Pemerintah Arab Saudi siapkan kuota 1. 000 orang dari Indonesia untuk melaksanakan ibadah umroh, ” katanya usai pertemuan terpaut biaya umroh di masa new normal bersama Wakil Gubernur Sulsel dan Kanwil Kemenag Sulsel pada Kantor Gubernur Sulsel Makassar, Senin (2/11).

Kesthuri Sulsel mencatat terdapat 32. 494 orang calon jamaah umroh yang tertunda pemberangkatannya akibat Covid-19. Namun pada pelaksanaan umroh dalam masa new normal, mereka hendak menjadi prioritas untuk diberangkatkan.

Usman mengungkapkan kebanyakan calon jamaah yang telah ditanyai menginginkan pelaksanaan ibadah umroh dilakukan setelah adanya vaksin Covid-19. “Rata-rata jamaah setelah kami tanya mereka banyak yang bilang nanti vaksin saja lalu berangkat, karena memang situasinya saat ini masih tahap awal sehingga ketentuan pemberangkatan agak mengalami perubahan dibanding sebelumnya, ” ujar dia.

Beberapa persyaratan pemberangkatan umroh seperti calon jamaah harus dilengkapi dokumen kesehatan Covid-19, semacam telah tes PCR terlebih dahulu, hanya diperuntukkan bagi jamaah dengan tidak memiliki penyakit penyerta yang berpotensi terinfeksi virus corona. Jamaah haji yang diizinkan hanya berusia jarang 18-50 tahun.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni menyampaikan terkait ibadah umroh, Kementerian Agama ingin memberikan pelestarian secara penuh. “Jadi Kementerian Agama ingin memastikan pelaksanaan umrohberjalan secara baik. Kami belum bisa memastikan secara konsep pemberangkatan perdana berapa banyak, ” katanya.

Kesthuri Sulsel dengan telah mencoba memberangkatkan jamaah sebanyak 17 orang saat ini hendak dijadikan sebagai referensi untuk pemberangkatan umroh di Sulsel. “Sekarang ada 17 orang yang sedang melaksanakan ibadah umroh dari Sulsel serta ini akan menjadi informasi yang baik bagi kami untuk melakukan layanan ibadah umrohberikutnya, ” prawacana Khaeroni.

Selain itu, Amphuri Sulawesi Daksina telah memberikan penjelasan dari jamaah yang disiapkan sebanyak 20 karakter dan beberapa tidak bisa menuju karena hasil tes swabnya terlambat. Belum lagi, ada sekitar 80 orang yang sisanya mengalami keterlambatan. Hal semacam ini menjadi penelaahan yang berharga bagi Kemenag Sulsel dan seluruh pihak untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah.