Pandemi Covid-19, semua pihak dituntut belajar akan berbagai hal baru.

REPUBLIKA. CO. ID, DENPASAR — Empat rumah sakit milik Negeri Provinsi Bali menerapkan transaksi digital melalui QRIS (QR Code Indonesia Indonesian Standard) sejalan dengan implementasi tatanan kehidupan Bali era mutakhir atau adaptasi kebiasaan baru dalam tengah pandemi Covid-19.

“Saya berharap program QRIS itu cepat berjalan di Provinsi Bali menembus instansi-instansi yang memang membutuhkan transaksi yang bukan saja cepat, namun menurut saya aman serta modern. Satu tata kehidupan dengan baru kita jalankan sekarang sebagai satu gaya hidup disiplin kita di Bali, ” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Sendi Sakit Bali Mandara (RSBM), dalam Denpasar, Jumat (24/7).

Menurut Koster era acara “Penerapan Tatanan Kehidupan Bali Era Baru Melalui Transaksi QRIS Pada Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Bali” yang berlangsung di Sendi Sakit Bali Mandara (RSBM) itu, saat ini bukan lagi menuju Bali Era Baru, tetapi nyata sudah memasuki Bali Era Pertama.

“Karena pandemi Covid-19, semua pihak dituntut belajar akan berbagai hal baru tercatat beradaptasi pula terhadap kebiasaan segar dalam bertransaksi, ” ucapnya.

Tatanan kesibukan Bali era baru melalui transaksi QRIS kali ini diterapkan pada empat RS Pemerintah Provinsi Bali, yaitu RS Bali Mandara, RS Ceroboh Bali Mandara, RS Jiwa Provinsi Bali, dan RS Puri Makmur.

“Memang betul-betul kita diberikan pengetahuan dalam menjalankan kehidupan dengan satu susunan yang baru, satu gaya mutakhir, satu model baru. Hari tersebut kita dapat pelajaran baru teristimewa, di mana bertransaksi secara digital, dana aman, ” ujar Koster.

Buat itu, ia menyatakan sangat menunjang terhadap penerapan QRIS yang dilakukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, sebagai lembaga keuangan perbankan milik pemerintah daerah yang berperan menjadi motor penggerak serta pembangunan perekonomian Bali.

Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru yang telah dilaksanakan di dalam tanggal 9 Juli lalu, secara secara resmi membuka sejumlah bahan wisata untuk masyarakat lokal Bali.

Kemudian tahap kedua akan dilaksanakan di tanggal 31 Juli dengan kegiatan diperluas terhadap sektor pariwisata untuk wisatawan Nusantara. Kemudian apabila semua berjalan lancar, maka tahap ketiga akan dilaksanakan tanggal 11 September 2020 dengan dibukanya pariwisata Bali untuk turis mancanegara.

Sementara itu, Besar Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyampaikan bahwa Rumah Lara Bali Mandara saat ini mengarahkan pembayaran secara tunai dan nontunai diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS).

Menurut dia, 4 rumah sakit Pemprov Bali sudah melaksanakan SIM RS dengan seluruh layanannya terintegrasi antara satu dengan lainnya. Mulai dari pendaftaran di poliklinik, radiologi, laboratorium, kamar berdiam dan seterusnya, sehingga pembayaran ataupun transaksi dapat dilihat secara “real time”.

“Tentu dengan QRIS akan semakin memudahkan pembayaran di rumah rendah. Dengan pembayaran nontunai ini akan memberikan manfaat yang sangat gembung bagi rumah sakit karena akan mengurangi kontak antara petugas serta pengguna, ” ucapnya.

Dengan sistem pembayaran ini pun akan lebih semoga dan lebih aman karena secara dengan protokol kesehatan saat itu tentu kita akan mengurangi relasi dengan pasien, dengan petugas.

Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma dalam sambutannya menyampaikan sesuai secara Surat Edaran Gubernur Bali Bagian 3355 Tahun 2020 terdapat 14 sektor kegiatan dalam rangka penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru. Semesta rumah sakit di bawah Pemprov Bali telah terintegrasi dalam pola pembayaran nontunai.

Ia mengatakan dengan penggunaan QRIS sebagai transasksi digital mau lebih akuntabel dan pengelolaan keuangan pemerintahan menjadi semakin lebih baik.

Besar Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan bahwa penerapan QRIS di RS milik Pemprov Bali merupakan yang pertama pada Indonesia.

“Penerapan QRIS di RS hak pemerintah di Bali ini, saya rasa merupakan yang pertama pada Indonesia. Transaksi dengan QRIS akan menguntungkan semua usaha, baik lembaga-lembaga, usaha milik daerah, maupun serupa UMKM. Karena sistemnya transparan serta langsung masuk. QRIS BPD Bali itu uangnya langsung masuk, kalau bank lain masih harus menunggu beberapa hari baru masuk uangnya, ” ujarnya.

Untuk itu, Trisno mendorong BPD Bali untuk terus meningkatkan jumlah merchant menggunakan QRIS di transaksinya agar perekonomian Bali bisa kembali menggeliat.

Dalam kesempatan itu pula diserahkan secara simbolis Alat Penjaga Diri (APD) kepada keempat sendi sakit.

sumber: ANTARA