40 Persen Saluran Irigasi pada Indramayu Rusak

REPUBLIKA. CO. ID, INDRAMAYU — Sebanyak 40 persen tata cara irigasi tersier maupun kuarter di Kabupaten Indramayu dalam kondisi rusak. Perbaikan dilakukan secara bertahap untuk menyalahi kondisi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid, menyebutkan, total panjang saluran tali air tersier dan kuarter di Kabupaten Indramayu ada sekitar 35 ribu meter. Menurutnya, kerusakan 40 persen tersebut dari total panjang terusan tersier dan kuarter itu.

‘’Kondisi tersebut terjadi merata di bermacam-macam wilayah di Kabupaten Indramayu. Kebanyakan (wilayah) tengah ke timur, ’’ ujar Takmid, Ahad (2/5).

Takmid mengatakan, kondisi keburukan saluran irigasi itu telah menghambat laju air dibanding saluran induk ke areal persawahan petani. Dampaknya, pasokan air irigasi bagi tanah pertanian menjadi kekurangan era musim kemarau dan justru berlebihan saat musim penghujan.   ‘’Ujungnya (dampak dari kerusakan saluran irigasi) ya kekeringan dan kebanjiran, ’’ kata Takmid.

Takmid melahirkan, upaya perbaikan telah tiba dilakukan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten. Namun, cara perbaikan itu dilakukan secara bertahap.   ”Masalah pengairan sangat penting untuk meningkatkan produksi padi, ” cetus Takmid.

Pada musim tanam gadu 2021, sebut Takmid, target luas penanaman padi di Kabupaten Indramayu mencapai 117 ribu hektare. Dari jumlah itu, yang sudah terealisasi masih sangat minim.   ‘’Baru di Kecamatan Gantar, ’’ terang Takmid.

Terpisah, seorang petani pada Kecamatan Kandanghaur, Waryono, berharap agar pemerintah benar-benar mengindahkan pemenuhan kebutuhan air pada musim tanam gadu kali ini. Salah satunya dengan membenarkan kerusakan pada saluran irigasi.   ‘’Saluran tali air yang rusak harus diperbaiki, ’’ tukas Waryono.

Waryono menambahkan, saluran irigasi di wilayahnya ada dengan mengalami kerusakan akibat banjir beberapa bulan yang awut-awutan. Hingga saat ini, kebobrokan tersebut belum diperbaiki.