Lapas Status II B Tasikmalaya dinilai kelebihan penghuni

REPUBLIKA. CO. ID,   TASIKMALAYA — Dinas Kesehatan tubuh Kota Tasikmalaya mencatat sebesar 93 narapinana (napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya terkonfirmasi positif Covid-19. Para napi yang positif itu dikenal telah dipisahkan dengan para napi lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Pemangku Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf mengataku prihatin dengan perihal itu. Menurut dia, salah satu pasal cepat menularnya Covid-19 dalam tempat itu adalah situasi lapas yang sudah keunggulan kapasitas.

“Lapas ini sudah overkapasitas. Jumlah warga binaan dengan ada di lapas itu kan sebenarnya sudah tak memenuhi syarat untuk mereka tinggal di sana, ” kata dia, Senin (5/4).

Dengan adanya perkara itu, Yusuf berharap Departemen Hukum dan Hak Pokok Manusia (Kemenkumham) segera merelokasi Lapas Tasikmlaya. Sebab, gaya tampung lapas saat tersebut sudah tidak memenuhi syarat.  

“Mereka berhimpitan, sehingga dalam suasana Covid-19 ini rawan sekali mereka terpapar, ” kata dia.

Menurut Yusuf, pihaknya sudah sering kali melangsungkan pembahasan untuk merelokasi lapas. Selain sudah penuh, bangunan lapas saat ini dinilai berada di pusat kota.  

Ia mengatakan, lokasi pada pusat kota kurang setimpal untuk dijadikan tempat lapas. “Karena mereka pasti terhambat dengan kebisingan di dalam tanah air, ” ujar dia.  

Sebelumnya, Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Davi Bartian mengatakan, total napi yang saat ini berada pada tempatnya berjumlah 346 orang. Sementara, kapasitas Lapas Tasikmalaya idealnya hanya menampung 88 orang.  

“Total ada 346 warga binaan di sini. Semua sudah diswab, ” logat dia.

Ia mengaku belum menyambut hasil pemeriksaan swab yang dilakukan Dinas Kesehatan Praja Tasikmalaya. Namun, pihaknya telah menyiapkan tempat isolasi kalau terdapat napi yang meyakinkan. Para napi yang membangun Covid-19 akan dipisahkan secara penghuni lainnya. Isolasi mau dilakukan di dalam lapas, sehingga petugas dapat tetap melakukan pemantauan.

Davi mengaku juga tak bisa memastikan penyebab pokok masuknya Covid-19 ke dunia laps. Namun, penularan bisa saja terjadi dari barang titipan, sebab virus corona juga menempel di barang-barang. “Atau mungkin juga sebab pegawai, ” kata tempat.