IHRAM. CO. ID, LONDON — Pemerintah Inggris mau mempermudah warga Afghanistan yang bekerja dengan pasukan Inggris untuk menetap di Inggris. Kebijakan ini diputuskan di tengah meningkatnya kekhawatiran kepada keselamatan mereka ketika tentara asing meninggalkan Afghanistan.

“Dengan gaya Barat pergi, ancaman meningkat, termasuk serangan yang ditargetkan oleh Taliban, ” perkataan Menteri Pertahanan Ben Wallace kepada Sky News, Senin (31/5).

“Staf lokal yang bertugas secara pasukan Inggris telah banyak berkorban untuk menjaga ana dan sekaranglah waktunya buat melakukan hal yang sama, ” kata Wallace menambahkan.

Lebih dari satu. 400 penerjemah Afghanistan & kerabat mereka telah pindah ke Inggris di bawah skema pemukiman kembali. Negeri mengatakan sekitar 3. 000 lebih diperkirakan akan mengikuti aturan baru yang memperluas kelayakan, dan memudahkan staf lokal Afghanistan untuk mendatangkan keluarga mereka.

Kewajiban budi pemerintah untuk merelokasi staf Afghanistan juga ditekankan oleh Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel. Dia mengutarakan bahwa sudah waktunya untuk mengenali risiko yang mereka hadapi dalam perang melayani terorisme dan menghargai upaya mereka.

“Saya senang kita bisa bertemu ini sepenuhnya, dengan memberi mereka dan keluarga itu kesempatan untuk membangun kesibukan baru di negara ini, ” kata Patel.

Inggris mengerahkan hampir 10 ribu pasukannya pada Afghanistan. Sebagian besar ditempatkan di provinsi Helmand, pada selatan Afghanistan. Inggris menyudahi operasi tempur pada 2014, tetapi sekitar 750 prajurit tetap berada di pokok kota Kabul untuk melatih pasukan Afghanistan.

Inggris dan anggota NATO lainnya telah berada pada bawah tekanan untuk merelokasi ribuan staf lokal yang bertugas bersama mereka selama dua dekade konflik. Pada Afghanistan, mantan pekerja koalisi telah memperingatkan bahwa itu dan keluarga mereka mau menjadi sasaran Taliban, pra batas waktu Amerika Serikat untuk memindahkan 2. 500 tentara dan 16. 000 kontraktor sipil.

Pendekatan Inggris terhadap relokasi mantan stafnya di Afghanistan telah dikritik karena kriteria ketat seputar pengajuan penggunaan untuk tinggal di Inggris. Selain itu, ada masukan sejumlah faktor seperti periode masa kerja dan karakter yang tepat.