Ibnu Said Al-Maghribi masyhur sebagai penyair Andalusia.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA —  Nama lengkapnya Abu al-Hasan Ali bin Musa bin Muhammad bin Abdul Malik bin Said al-Maghribi. Ia lebih dikenal dengan Bani Said al-Maghribi. Seorang ahli kenangan, geografi, dan antologi. Tetapi namanya masyhur sebagai penyair Andalusia.

Ibnu Said lahir pada 1231 M/610 H di sebuah perkampungan dekat tanah air Granada. Keluarganya adalah keturunan Ammar bin Yassir.

Ia menghabiskan zaman mudanya di Spanyol, lama bermukim di Seville. Di sana, dia menuntut ilmu dan melakukan banyak aktivitas intelektual. Salah satu karya dengan lahir dari  aktivitas  intelektualnya adalah Kitab al-Maghrib fi Hula al-Maghrib .

Sebuah karya yang berkali-kali direvisi oleh penulisnya (Ibnu Said). Karya yang ternyata memendam sejarah yang mengesankan dan berliku-liku.

Pada 1241 M (639 H), Ibnu Said membuang Spanyol untuk melaksanakan ibadah haji bersama ayahnya (di mana ayahnya meninggal dalam perjalanan). Tanpa terkira, begitu tiba di Kairo, Mesir, Ibnu Said memperoleh sambutan mesra dari masyarakat yang ternyata sudah mengenal Kitab al-Maghrib fi Hula al-Maghri b. Di kota itulah pertama kala namanya mulai terkenal.

Pada 648 H/1249 M, Ibnu Said meninggalkan Mesir dan mengembara ke Iraq, Syria, dan sejumlah negara lain. Dalam perjalanannya tersebut, ia menunaikan haji untuk kedua kalinya.

Tujuannya buat memperoleh lebih banyak pengetahuan dan pandangan ilmiah dalam menyelesaikan bukunya, Kitab al-Musyrik fi Hula al-Masyrik . Semula, wacana tersebut disusun ayahnya, tapi ditinggalkan tanpa pernah diselesaikan.

Sayangnya, karya ini tidak pernah lengkap & tidak pernah muncul dalam bentuk asli yang terjilid utuh. Beberapa jilid di antaranya dalam bentuk tulisan yang dapat ditemukan di Kairo.

Sebagai penyair, Ibnu Said menulis beraneka macam jenis syair, baik yang bertema klise, ekspresi nostalgia terhadap wilayah halaman, maupun ungkapan perasaannya. Tetapi, karya-karyanya yang banyak ditemukan & diterbitkan kembali di kemudian hari adalah karya yang berbentuk gubahan ilmiah dan populer.

Karya Ibnu Said yang mudah dikenal adalah Riwayat al-Mubarrizin wa Ghayat al-Mumayyizin . Buku ini diterjemahkan dalam bahasa Spanyol oleh E Garcia Gomez di Madrid (1942) dan dalam bahasa Inggris oleh A J Arberry di Cambridge. Karya lainnya adalah Unwan al-Murkisat wa al-Mutribat , terbit di Kairo pada 1286.

Karya ini diedit dan diterjemahkan ke bahasa Prancis oleh A Mahdad (1949). Sementara al-Ghusun al-Yani’a fi Mahasin Syu’ara al-Mi’a as Sabi’a dan Ikhtisar al-Kidh al-Mualla fi at-Tarikh al-Muhalla adalah dua karyanya yang diedit oleh Ibrahim Ibyari (terbit di Kairo, 1955 dan 1959).

Pada 1953 dan 1958, Mukhtasar Jughrafiyah juga diedit dan sebagian diterjemahkan dalam bahasa Spanyol dan Prancis oleh J Vernet G Potrian. Sebagian besar karyanya berisi profil para sarjana terkenal pada periode itu, cerita keluarganya sendiri, dan perjalanannya ke Makkah.

Sebagai ahli geografi, Ibnu Said banyak melakukan penjelajahan yang jauh dan mengabadikan seluruh pengalamannya dalam bentuk buku. Sesuai, misalnya, ia menulis buku al-Nafha al-Miskiyyah fi ar-Rihla al-Makkiyyah . Ketika tiba dalam Tunisia pada 652 H/1254 M, ia berkhidmat dengan Amir Muntasir.

Pada 666 H/1267 M, ia memulai perjalanan menuju ke ajaran Timur hingga ke Iran. Sepanjang pengembaraan yang cukup panjang itu, ia juga menulis puisi melanggar pemikiran dan nostalgia terhadap kampung halamannya di Andalusia. Dan karya yang meningkatkan kemasyhurannya adalah suatu antologi berjudul Maghrib .

Pada tahun-tahun menjelang akhir hayatnya, Ibnu Said kembali ke Tunisia, sekitar 675 H/1276 M, serta meninggal dunia sepuluh tahun kemudian. Di antara karya terakhirnya yang masih ada dan dicetak adalah Riwayat al-Mubarrizin wa Ghayat al-Mumayyizin (diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol oleh E Garcia Gomez (Madrid, 1942) serta A J Arberry pula menerjemahkannya ke bahasa Inggris (Cambridge, 1953); Unwan al-Murkisat wa al-Mutriba t (edisi Kairo, 1286 M).

Karya ini disunting dan diterjemahkan dalam bahasa Prancis oleh A Mahdad (Algieria, 1949); al-Ghusun al-Yani’a fi Mahasin Syu’ara al-Mi’a al-Sabi ’a, buku ini disunting oleh Ibrahim Ibyari dan terbit dalam Kairo, 1955; dan karya-karya yang lain. Kebanyakan karyanya mencakup riwayat hidup para sarjana pada zamannya. Dia juga menuliskan kehidupan keluarganya. Menghasilkan catatan dalam bentuk buku kala melakukan perjalanan ke Makkah. Menyusun tentang geografi. Dan sebagainya. Ibnu Said meninggal dunia pada 1286 (685 H).

https://www.suaramuhammadiyah.id/2020/09/04/ibnu-said-al-maghribi-intelektual-multidisiplin-dari-andalusia/

sumber: Suara Muhammadiyah