Komputer yang dikembangkan China untuk kecerdasan buatan, menuntut otak, dan penyakit

REPUBLIKA. CO. ID, BEIJING —  Komputer mirip otak dengan lebih dibanding 100 juta neuron, yang baru di China, telah dikembangkan sebab para peneliti di Provinsi Zhejiang, China timur.

Dikutip dari Xinhua,   Ahad (6/9), komputer yang dinamai Darwin Mouse itu diperkenalkan oleh Universitas Zhejiang dan Lab Zhejiang pada awal pekan ini. Perangkat berteknologi tinggi yang berisi 792 chip Darwin generasi kedua mirip penggagas tersebut dikembangkan oleh Universitas Zhejiang, menurut direktur Lab Zhejiang, Zhu Shiqiang.

Chip tersebut mendukung 120 juta neuron spiking dan hampir 100 miliar sinapsis yang setara dengan jumlah neuron di otak tikus. Konsumsi gaya rata-rata komputer tersebut adalah 350-500 watt.

“Sama semacam blok bangunan, kami mengintegrasikan 792 chip komputasi mirip otak ke dalam tiga sasis server standar untuk membentuk komputer mirip akal yang terpasang di rak, ” ujar pemimpin tim peneliti dibanding jurusan Ilmu Komputer dan Teknologi Universitas Zhejiang, Pan Gang.

Sementara itu, tim peneliti juga mengembangkan sistem operasi yang dirancang khusus untuk komputer itu, bernama Darwin OS, yang mengangkat pengelolaan dan penjadwalan sumber gaya perangkat keras yang efektif, dan mendukung operasi dan aplikasi komputer.

Menurut para peneliti, komputasi mirip otak mengacu di dalam penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak untuk mensimulasikan struktur dan mekanisme operasi jaringan saraf penggagas dan membangun paradigma kecerdasan kreasi yang baru. Komputasi itu adalah arsitektur komputasi yang dianggap jadi salah satu cara penting untuk memintasi masalah terkait komputasi yang pelik di berbagai bidang, seperti kecerdasan buatan.

Pan menambahkan bahwa jenis komputer mirip otak ini telah mampu melakukan berbagai tugas cerdas, seperti memungkinkan kolaborasi beberapa robot dalam simulasi operasi penanggulangan dan penyelamatan, simulasi bervariasi wilayah otak, serta menyediakan jalan dalam skala besar dan lebih cepat untuk penelitian ilmiah. Selain itu, jenis komputer ini pula telah mewujudkan “pengetikan pikiran” menggunakan pengodean sinyal elektroensefalogram (EEG) dengan real-time.

“Dengan melakukan simulasi nalar manusia, kita akan dapat mengalami prinsip kerja dari berbagai periode otak, yang akan membantu penyembuhan penyakit otak tertentu yang tidak dapat didiagnosis melalui pendekatan biomedis, ” kata Pan.

“Di masa depan, komputer serupa otak akan memiliki prospek penerapan yang lebih luas termasuk di tiga bidang utama, yaitu kepintaran buatan, ilmu otak, dan penyakit otak, ” dia menambahkan.

Akademisi Akademi Ilmu Wawasan China dan Presiden Universitas Zhejiang, Wu Zhaohui, mengatakan komputasi laksana otak diharapkan muncul sebagai wujud komputasi penting di masa aliran.

“Ini adalah perolehan terbaru dari proyek penelitian pengetahuan otak dan kecerdasan buatan (dinamai Double Brain Project). Dengan meniru struktur dan mekanisme otak, order ini diharapkan dapat mengembangkan konstruksi komputer baru yang akan memimpin masa depan, ” ujar Wu.

sumber: Antara