Ciri dan taawudz memiliki kedudukan laksana senjata.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya yang berjudul Ad-Da’ u wa ad- Dawa’ (Terapi Penyakit Hati) menuliskan, doa dan ta’awwudz (memohon perlindungan kepada Allah  dari sesuatu) memiliki kedudukan sebagaimana layaknya senjata. Kehebatan sebuah senjata sangat bergantung kepada pemakainya, bukan hanya sebab ketajamannya.

Jika senjata tersebut adalah senjata yang ideal, tidak ada cacatnya, lengan penggunanya adalah lengan yang kuat, dan tidak ada suatu penghalang, oleh karena itu tentulah ia mampu dipakai buat menghantam dan mengalahkan musuh.

Namun apabila salah satu dibanding tiga hal tersebut hilang, oleh sebab itu efeknya juga melemah dan berkurang. Begitu pula doa. Jika doa tersebut pada dasarnya memang tidak setimpal, atau orang yang berdoa tak mampu menyatukan antara hati dan lisannya, atau ada sesuatu yang menghalangi terkabulnya doa tersebut, maka tentu saja efeknya juga tidak akan ada.