Disdik DKI mengatakan PTM cuma intrakulikuler saja.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan tidak tersedia perubahan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di madrasah selama bulan Ramadhan 2021. Taga menyebut kegiatan hanya terdiri dari intrakulikuler ataupun belajar mengajar secara tatap muka di ruang kelas.

“Enggak tersedia kegiatan yang non intrakulikuler. Jadi untuk PTM hanya intrakulikuler saja, ” kata Taga saat dikonfirmasi, Minggu (18/4).

Taga menuturkan, pihak sekolah tetap bisa mengadakan pengajian bersama selama bulan Ramadhan. Namun, kegiatan itu harus dilakukan secara daring. “(Pengajian bersama) ada, tapi daring, tatap muka hanya untuk intrakulikuler saja. Semua ekskul juga tidak boleh dengan tatap muka, masih daring, ” jelasnya.  

Taga menambahkan, berdasarkan buatan evaluasi selama sepekan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah, tidak ada aduan maupun temuan kasus Covid-19. “Untuk evaluasinya sampai dengan saat itu, Alhamdulillah tidak ada urusan atau aduan anak-anak yang ikut pembelajaran tatap depan kena Covid-19, ” ujarnya.  

Taga melanjutkan, selain tersebut dinas-dinas terkait, seperti Jawatan Kesehatan pun terus mengabulkan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Selain itu, Dinas Perhubungan juga menyediakan sebesar bus sekolah untuk menolong mobilisasi para siswa.

“Alhamdulillah, teman-teman dari Dinas Perhubungan membackup kegiatan tatap muka itu untuk paling tidak menyiasati anak kita yang enggak punya kendaraan pribadi, tidak naik angkot lah , naik bus sekolah yang steril. Kita koordinasi terus, ” ujar Taga.  

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menggelar uji jika (piloting) pembelajaran tatap membuang (PTM) terhadap 85 sekolah di Ibu Kota, mulai tanggal 7-29 April 2021. Jumlah tersebut telah meniti asesmen tahap satu dan dua dari total 100 sekolah yang mengikuti asesmen dari Disdik DKI Jakarta.  

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana mengirimkan durasi belajar siswa dibatasi selama masa uji coba tersebut. “Durasi belajar dengan terbatas antara 3-4 tanda dalam satu hari, ” kata Nahdiana dalam bukti tertulis resminya, Selasa (6/4).

Kemudian, sambung Nahdiana, pelaksanaannya pula hanya berlangsung sekali seminggu untuk satu jenjang posisi dalam satuan pendidikan. Kapasitas siswa di dalam ruang bagian juga dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah menyeluruh satu kelas dan tempat duduk siswa juga diatur dengan jarak 1, 5 meter.

“Materi pembelajaran yang terpatok, yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada penelaahan tatap muka, ” ucapnya.

Tempat menuturkan, sebelum menggelar tes coba pembelajaran tatap membuang, para guru telah mengikut vaksinasi covid-19. Nahdiana menjelaskan, hal itu untuk mengambil kegiatan pembelajaran berlangsung dengan kondusif dan aman.

“Pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi Covid-19, ” membuka dia.

Selain itu, dia mengecap setiap orang tua memiliki sah penuh untuk menentukan apakah anaknya diberikan izin buat mengikuti pembelajaran campuran ataupun belajar dari rumah.

“Dinas Pelajaran Provinsi DKI Jakarta mau melakukan edukasi terkait penjelasan tentang pembelajaran campuran ini khususnya bagi para peserta didik dan orang tua, ” ucapnya.