BKP memiliki terobosan yang mampu memberikan hasil positif saat pandemi covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA–Sejumlah anggota Tip IV DPR RI mendukung kalender optimalisasi lahan dan modernisasi pertanian yang tengah dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan). Dukungan tersebut misalnya bagaikan gerakan disertifikasi pangan lokal dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pemanfaatan teknologi.

“Saya taksir program yang disampaikan Kementan betul menarik dan saya kira terobosan seperti ini harus kita bawa, ” ujar Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan di Rapat Dengan Pendapat (RDP) dalam Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (1/7).

Menurut Johan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) mempunyai terobosan yang mampu memberikan buatan positif di tengah pandemi covid-19. Apalagi terobosan tersebut mampu menanggulangi masalah yang ada seperti epidemi pandemi Covid 19.

“Saya berharap, BKP mampu melayani program menjaga pangan kita dengan baik dan terstruktur. Sehingga ke depan bisa mengendalikan pangan yang ada di pasar-pasar, ” katanya.

Hal senada serupa disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI lainnya, Andi Akmal Pasluddin. Menurut dia, Kementan sejauh ini berpunya menjalankan program jangka pendek dan menengah seperti penyediaan pangan bagi masyarakat Indonesia.

“Tapi ingat, harus dibuat dulu rancangan pendistribusiannya seperti apa. Sebab ini hal yang baru dan stabilisasi harga menurut saya sangat menjadikan sekali, ” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI dari fraksi Golongan Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah mengungkapkan bahwa sektor pertanuan, khsusnya subsektor perkebunan memiliki pemberian yang besar bagi pasar Indonesia. Apalagi, akhir-akhir ini ekspor pertanian Nusantara masih mengandalkan perkebunan.

“Sektor yang paling berkontribusi menurut saya adalah perkebunan. Secara capaian sangat mungkin bisa terus ditingkatkan. Tentu saya berharap target peningkatan dari sektor pertanian bisa bertambah baik supaya sektor perkebunan tetap menjadi tulang punggu dari rekan ekspor Indonesia, ” katanya.

Mengenai hal ini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Gede Hendriadi mengatakan bahwa saat itu pihaknya tengah berkonsentrasi menjalankan rencana ketersediaan pangan dan akses konsumsi pangan berkualitas sebesar 89, 72 persen. Dia juga menuebut sedang fokus pada program Banper sebesar 71 persen, pembinaan 18, 72 persen dan program BKP pertolongan manajemen baik pusat maupun wilayah sebesar 10, 28 persen.

“Kita mengimplementasikan dengan kesibukan pemantapan penganekaragaman konsumsi dan kemana pangan, pemantapan sistem distribusi serta stabilisasi harga pangan, dan pengukuhan ketersediaan dan penanganan rawan bertabur, ” katanya.

Penasihat Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono menambahkan, saat ini Kementan juga memiliki enam fokus kegiatan utama buat TA  2021. diantaranya pengembangan pemasokan benih, peningkatan produktivitas, optimasi lahan, peningkatan nilai tambah daya beradu dan pangsa pasar.

“Selanjutnya kita akan fokus di modernisasi perkebunan, optimalisasi stake holder, serta peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan ekonomi perkebun, ” katanya.

Dari semua prohram itu, kata Kasdi, pihaknya menargetkan peningkatan produksi kelapa sawit sejumlah 52, 120, 80 ribu ton, kopi sebesar 834, 75 ribu ton dan karet sebesar 3, 528, 30 ribu ton.

Sebagai informasi, RDP ini dihadiri Sekertaris Jenderal Momon Rusmono, Inspektorat Jenderal Sumardjo Gatot Irianto, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry, Kepala Badan Penyuluhan & Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi, dan Direktorat Peternakan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita.