Layanan dinas dukcapil harus memiliki kualitas kinerja servis yang sama

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA–Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh mewajibkan dinas dukcapil daerah menerapkan servis terintegrasi. Ia mengatakan saat ini sudah beberapa dinas dukcapil wilayah yang mampu melayani administrasi kependudukan secara terintegrasi, seperti urus utama dokumen mendapat enam dokumen (6 in 1).

Ia menilai, semua layanan administrasi kependudukan di Dinas Dukcapil di mana pun harus memiliki kualitas kinerja serta standar pelayanan yang sama.  

“Bila di satu wilayah mampu melayani secara terintegrasi, misalnya, minta satu dokumen dapat 6 dokumen (6 in 1), maka daerah lain pun mesti berupaya pencapaian kinerja yang sama, ” perkataan Zudan dalam keterangan yang diterima, Kamis (22/1).

Zudan membakar agar setiap Dinas Dukcapil tidak puas dengan pelayanan yang telah ada di wilayahnya selama ini. Ia menilai, harus ada pengembangan pelayanan seperti di daerah lain yang telah melakukan integrasi.

“Merasa sudah bagus padahal cuma lingkup lokal saja. Lihatlah daerah lain yang lebih berhasil. Jawatan Dukcapil Provinsi DKI itu targetnya satu jam selesai untuk servis dokumen kependudukan, ” katanya.

Ia menjelaskan, keberhasilan layanan terintegrasi 6 in 1 itu, juta sudah dicapai oleh Dinas Dukcapil Kota Surabaya. Ia mencontohkan, jalan 6 in satu, bisa terjadi pada pasangan menikah yang meminta layanan akta perkawinan non Muslim dan pecah Kartu Keluarga (KK) dari orangtuanya.  

Oleh sebab itu pasangan tersebut bukan cuma mendapat akta perkawinan, melainkan mendapatkan pula dua KTP-el suami-istri dengan kehormatan menikah. “Selanjutnya terbit tiga KK, masing-masing KK-nya sendiri serta KK baru untuk orangtua pihak suami dan KK untuk mertua pihak suami karena istrinya pindah KK, ” katanya.