Presiden Turki Erdogan mendiamkan kritik atas pembukaan kembali tanda Istanbul Hagia Sophia sebagai masjid pekan lalu – Anadolu Agency

REPUBLIKA. CO. ID, ANKARA/TRABZON – Presiden Turki pada Selasa membuka kembali Biara Sumela di wilayah Laut Hitam, Provinsi Trabzon melalui sambungan konferensi video.

Berbicara pada acara itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mendiamkan kritik atas pembukaan kembali tanda Istanbul Hagia Sophia sebagai masjid pekan lalu. “Jika kita adalah bangsa yang menghancurkan simbol-simbol keyakinan lain, Biara Sumela yang kita kuasai selama lima abad terakhir tentu akan hilang selamanya, ” kata Erdogan.

Pada 24 Juli Masjid Hagia Sophia menyelenggarakan Salat Jumat, menandai ibadah umat Islam untuk pertama kali setelah jeda 86 tahun pada posisi tersebut. “Pada 15 Agustus, warga Ortodoks bisa melakukan pelayanan keagamaan [Litani Santa Perawan Maria], yang ditangguhkan semasa periode renovasi di bagian di dalam dan luar Biara Sumela, ” ujar Presiden Erdogan.

Proses restorasi di biara agung rampung setelah penelusuran, penyelidikan, serta penguatan geologi dan geoteknik batuan selesai dilakukan. Biara ini adalah salah satu pusat wisata agama menyesatkan penting di Turki.

Sebagian bangunannya dibuka untuk pengunjung pada Mei 2019 setelah lebih dari tiga tahun restorasi, dengan dimulai pada Februari 2016. Biara itu terletak di distrik Macka, dibangun di tebing dan ialah situs sejarah dan budaya dengan penting.

Biara ini masuk dalam daftar sementara posisi Warisan Dunia UNESCO pada 2000. Biara ini dibuka kembali untuk ritual keagamaan pada 15 Agustus 2010 dengan izin dari Bagian Kebudayaan dan Pariwisata, setelah jeda 88 tahun. Menurut badan PBB, pembangunannya telah dimulai pada 385 Masehi.

sumber: https://www.aa.com.tr/id/dunia/erdogan-resmikan-pembukaan-biara-sumela-/1925636