Realisasi produksi gula maka Juni ini turun dibandingkan kurun sama tahun lalu.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Salah satu BUMN pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI mencatat kemampuan produksi gula per Juni 2020 mencapai sebesar 18 ribu ton dan tetes tebu 14 seperseribu ton. Direktur Pengembangan dan Pengoperasian Usaha RNI Febriyanto mengatakan jumlah tersebut masing-masing turun jika dibandingkan periode yang sama pada tahun cerai-berai.

Penurunan itu karena giling tebu tahun itu baru dimulai pertengahan Juni, namun tahun lalu telah dimulai sejak bulan Mei. “Saat ini bengkel gula RNI masih melaksanakan proses giling tebu, sehingga produksi gula baru tercatat signifikan pada semester 2, ” kata Febriyanto di dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/7).

Febriyanto optimis bahwa di akhir periode pembukuan, produksi gula RNI akan bertambah baik dari pencapaian tahun berserakan dan mengalami peningkatan signifikan di kinerja semester II-2020. Bersamaan secara aktivitas giling yang masih berlaku serta masuknya gula impor & peningkatan nilai tambah produk gula melalui penjualan ritel produk Ayah Gula yang menyasar pasar famili, hotel dan restoran.

Selain gula, industri perkebunan lainnya menunjukkan kinerja yang positif. Buat crude palm oil (CPO) ataupun minyak sawit per Juni 2020 tercatat 5. 428 ton, ataupun meningkat 220 ton dibanding produksi tahun lalu pada periode yang serupa yaitu sebesar 5. 208 ton.

Produksi teh serupa mengalami peningkatan. Sampai dengan Juni 2020, produksi teh tercatat satu. 801 ton atau meningkat 52 ton dibanding tahun lalu.

Febriyanto menyambut baik perolehan positif di pertengahan tahun tersebut, apalagi saat ini dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melemahnya transaksi di dunia usaha.

Guna menjaga tren positif tersebut, Febriyanto mengatakan manajemen telah menyiapkan berbagai strategi antara lain meningkatkan nilai tambah di sisi operasional melalui pemanfaatan aset idle untuk bisnis baru atau disewakan dan penciptaan business refocusing untuk produk-produk RNI yang sebelumnya difokuskan kepada distributor saja, kini hendak menyasar pasar ritel sehingga meningkatkan penetrasi pasar.

Pada samping itu, perseroan juga bakal terus memaksimalkan penjualan produk instrumen kesehatan di tengah tingginya suruhan.

Seperti diketahui di aktivitas bisnisnya, RNI memiliki 11 anak perusahaan dalam bidang agroindustri, alat kesehatan, bidang perdagangan dan distribusi serta memiliki jaringan sebanyak 48 cabang yang tersebar pada kota besar seluruh Indonesia.

Di tengah pandemi Covid-19, RNI berperan aktif dalam penyediaan alat kesehatan, obat-obatan, serta APD di RS Darurat Covid-19 Rumah Atlet Jakarta, serta di RS BUMN, RS rujukan dan instansi lain yang membutuhkan.

sumber: Antara