REPUBLIKA. CO. ID,   Al-AHSA — Kota Al-Ahsa di Daerah Timur arab saudi terkenal dengan beras merah Hassawi. Beras itu dipercaya masyarakat Arab Saudi jadi beras termahal karena memiliki kandungan gizi tinggi.

Masyarakat Saudi menyebutkan beras merah Hassawi yang langka jadi permata tersembunyi kaya akan laba. Mereka meyakini beras merah Hassawi dapat meringankan rasa sakit penderita radang sendi dan patah tulang.

Dengan menyanyikan lagu-lagu doa secara serempak dan bersantai mereka terendam air, para petani di oasis Al-Ahsa mengatakan mereka telah menanam padi merah Hassawi sejak beberapa generasi. Menurut informasi Reuters, padi ini merupakan salah satu pari termahal di dunia.  

Dilansir di Saudi Gazette , para petani mengatakan beras hassawi memiliki kehormatan yang sangat tinggi, yaitu 25 hingga 30 riyal Saudi per kilogram (Rp 89 ribu-Rp 117 ribu). Karena nilai gizinya yang tinggi dan memberikan manfaat kesehatan bagi mereka yang mengonsumsi secara teratur, harganya sangat mahal.

Bagi para petani, ini bukan hanya soal harga dengan mahal. Bagi mereka, bercocok menanam dengan menanam padi merah Hassawi adalah usaha turun-temurun dari poyang sebagai mata pencaharian yang mereka lindungi untuk anak-anak mereka.

“Ini emas, ini kekayaan, itu adalah anak-anak kami yang awak besarkan selama empat bulan. Kami melindunginya dan kemudian mewariskannya ke generasi mendatang, ” kata lengah seorang petani padi Hassawi, Ab hadi Al-Salman.

Provinsi A-Ahsa terdaftar pada 2018 sebagai situs warisan dunia UNESCO. Guinness Worlds Record menggambarkannya sebagai yang terbesar di dunia. Oasis ini memiliki lebih dari dua juta pohon palem, dan memiliki puluhan mata air artesis, yang memungkinkan para petani membudidayakan tanaman pada daerah yang dikelilingi gurun ramal.

“A-Ahsa terkenal dengan pohon palemnya. Yang kebanyakan karakter tidak tahu adalah kami memendam padi hassawi di daerah tersebut, ” kata Al-Salman.