Kebijakan dibukanya wisata di tengah pembatasan mudik bisa dimanfaatkan pemudik

REPUBLIKA. CO. ID,   INDRAMAYU – Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu akan menyiapkan tes rapid antigen bagi para wisatawan di musim libur lebaran. Hal itu sebagai kelakuan kesiapan tetap dibukanya turisme meski mudik lebaran dilarang.

“Tes rapid antigen itu akan kita lakukan secara acak kepada wisatawan di tempat-tempat wisata, ” ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Jumat (23/4).

Selain menyiapkan ulangan rapid antigen, lanjut Deden, pihaknya sudah meminta pada Dinas Kebudayaan dan Wisata (Disbudpar) setempat untuk merancang prasarana dalam penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. Salah satunya adalah tempat cuci tangan ataupun penyediaan hand sanitizer.

Selain itu, pengelola wisata serupa harus benar-benar menerapkan aturan kesehatan. Di antaranya memastikan para pengunjung mengenakan masker dan mencegah kegiatan yang bisa memicu timbulnya kerumunan di tepat wisata.

Deden mengakui, kebijakan tetap dibukanya pariwisata dalam tengah larangan mudik, mampu saja dimanfaatkan pemudik untuk pulang kampung dengan sebab berwisata. Indikasi itu kira-kira di antaranya sudah ada.

“Kita lihat pergerakan orang. Alasan menengok keluarga yang sakit, dalih mengurus surat ijin serta lainnya, ’’ terang Deden.

Buat mengantisipasi hal itu, Deden menilai, petugas yang berada di titik-titik perbatasan mempunyai peran yang sangat penting. Mereka harus lebih tepat dalam menghadapi arus pergerakan orang yang keluar masuk daerah perbatasan.

Deden menambahkan, dalam mematuhi regulasi larangan mudik, pihaknya mengikuti  Adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Pegangan Hari Raya Idulfitri Tarikh 1442 Hijriah dan Cara Pengendalian Penyebaran  Corona Virus Disease 2019  (COVID-19) Semasa Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Adendum tersebut ditandatangani Kepala Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, pada 21 April 2021. “Dalam aturan itu dijelaskan bahwa larangan mudik mulai 22 April – 24 Mei 2021, ’’ terang Deden.

Deden menyatakan,   pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk membahas perkara penyekatan. Jika ada warga  yang ketahuan nekat mudik, pihaknya akan memberi sanksi pantas ketentuan yang ditetapkan Satgas Covid-19.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya curi start mudik ke wilayah Kabupaten Indramayu, Deden menyebutkan, berdasarkan petunjuk traffic mudik, hingga masa ini belum ada. Untuk pemudik awal kebanyakan maksudnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mengenai adanya buruh migran asal Kabupaten Indramayu dengan pulang kampung pada lebaran ini, Deden mengaku belum mendapat laporan dari dinas tenaga kerja (Disnaker) setempat. Dia menyatakan, Disnaker akan memberi tahu Satgas Covid-19 jika memang ada buruh migran yang pulang.

Deden mengatakan, Satgas Covid-19 pusat telah mengantisipasi hal itu serta akan mengisolasi mereka dengan baru pulang dari sungguh negeri. Penyekatan pun mau langsung dilakukan di Jakarta.

Terisolasi, Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan, Pemkab Indramayu akan mengikuti ketentuan dengan ditetapkan Sastgas Covid-19 was-was terkait larangan mudik. “Aturannya secara vertikal dari sentral. Kita ikuti saja, ’’ jelas Lucky.

Lucky meminta agar para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Indramayu bisa mematuhi metode itu. Apalagi, ada sanksi tegas bagi para ASN yang melanggar aturan tersebut.