Joe Biden Tunjuk Muslim Sebagai Dubes Kebebasan Beragama Internasional

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Rashad Hussain menjadi Muslim pertama yang dinominasikan sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional.

Seperti dilansir The New Arab pada Ahad (1/8) Presiden Amerika Serikat, Joe Biden telah menominasikan pengacara India-Amerika Rashad Hussain sebagai Duta Besar untuk Kebebasan Beragama Internasional. Gedung putih menyebut ia sebagai Muslim pertama yang dinominasikan untuk posisi kunci itu.

Hussain yang berusia 41 tahun saat ini menjabat sebagai direktur kemitraan dan keterlibatan global di Dewan Keamanan Nasional.

“Pengumuman hari ini menggarisbawahi komitmen Presiden untuk membangun pemerintahan yang terlihat seperti Amerika dan mencerminkan orang-orang dari semua agama. Hussain adalah Muslim pertama yang dinominasikan untuk menjabat sebagai Duta Besar untuk Kebebasan Beragama Internasional,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan pada Jumat lalu.

Hussain sebelumnya menjabat sebagai penasihat senior di Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman. Selama pemerintahan Obama, ia menjabat sebagai Utusan Khusus AS untuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Utusan Khusus AS untuk Komunikasi Kontraterorisme Strategis dan Wakil Penasihat Gedung Putih.

Hussain juga mempelopori upaya melawan anti semitisme dan melindungi agama minoritas di negara-negara mayoritas Muslim. Biden juga menominasikan Khizr Khan Pakistan-Amerika sebagai Komisaris Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat (USCIRF).

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR)  memuji pencalonan dua Muslim Amerika terkemuka untuk jabatan-jabatan penting administrasi yang bertugas menegakkan kebebasan beragama internasional.

“Pencalonan Rashad Hussain dan Khizr Khan merupakan langkah penting dalam komitmen Pemerintahan Biden untuk membangun pemerintahan yang mencerminkan keragaman bangsa kita,” kata CAIR dalam sebuah pernyataan.

“Penting bagi Muslim Amerika dan khususnya pemuda Muslim melihat diri mereka sendiri dan nilai-nilai mereka tercermin dalam pemerintahan negara kita,” tambah CAIR.

Komite Yahudi Amerika (AJC) juga menyambut baik pencalonan Hussain, dengan mengatakan pengangkatannya akan memperkuat hubungan Muslim-Yahudi.

“Rashad Hussain adalah penganjur kebebasan beragama atau berkeyakinan yang mengesankan dalam konteks diplomatik yang menantang. Dia adalah sekutu dalam perjuangan global melawan anti semitisme, termasuk dalam keterlibatannya yang luas dengan dunia Muslim, dan seorang advokat berpengalaman untuk membangun hubungan Muslim-Yahudi yang lebih kuat,” kata CEO AJC David Harris.