Pasti Covid-19 tak batalkan status Cakada meski nantinya tak ikuti tahapan Pilkada

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewajibkan calon kepala daerah yang akan mendaftar sebagai peserta pilkada agar bebas dari Covid-19. Namun, jika calon kepala daerah tersebut kemudian dinyatakan positif terjangkit Covid-19 setelah mendaftar, maka statusnya sebagai peserta pilkada tak bisa dibatalkan.

Kendati demikian, calon kepala daerah tersebut nantinya tak bisa mengikuti tahapan pilkada dengan baik.

“Kalau sesudah pendaftaran positif, tentu Covid-19 itu tidak bisa membatalkan status walau mereka sudah positif Covid-19, ” ujar Ketua KPU, Arief Budiman saat konferensi pers di Jawatan Presiden, Jakarta, Selasa (8/9).

Selain itu, peserta dengan terkena Covid-19 pun harus menjalani isolasi baik secara mandiri maupun menjalani perawatan di rumah kecil. Karena itu, peserta calon kepala daerah tak bisa mengikuti tahapan-tahapan penyelenggaraan pilkada hingga dinyatakan sehat dari Covid-19.

“Maka dia kemungkinan tidak mampu mengikuti tahapan-tahapan selanjutnya karena harus menjalani isolasi mandiri atau melakukan perawatan di rumah sakit, ” kata dia.

Kendati demikian, KPU juga akan melayani mereka yang positif Covid-19 era hari pemungutan suara sehingga itu dapat menggunakan hak pilihnya.

Agar tetap menjaga aturan kesehatan saat hari pemungutan serta perhitungan suara dilakukan, KPU serupa menerapkan sejumlah aturan baru yakni membatasi jumlah pemilih hingga 500 orang. Selain itu, KPU serupa akan mengatur kehadiran para pemilih sehingga tidak berkumpul di zaman yang sama.  

“Penggunaan sarung tangan, disinfeksi area TPS, menggunakan pelindung wajah atau faceshield, masker, cek suhu tubuh, cuci tangan, kemudian kami mengatur supaya tidak terjadi salaman atau berjajar, ” tambah dia.

Nantinya, para pemilih juga tak lagi mencelupkan jarinya ke botol tinta setelah memilih pasangan calon. Namun petugas akan memberikan titik tinta ke jari pemilih. Arief menegaskan, para petugas KPPS biar juga akan menjalani rapid test sebelum menjalankan tugasnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, tenggat pukul 11 siang ini, ada 734 bakal pasangan calon dalam pilkada yang terdiri dari 25 bakal pasangan calon gubernur, 609 bakal pasangan calon pemilihan bupati, dan 100 pasangan calon pemilihan wali kota dan wakil pemangku kota. Sebanyak 667 bakal pasangan calon diusung oleh partai politik dan 67 bakal pasangan calon maju mendaftar melalui jalur perseorangan.