IHRAM.CO.ID,  Sayyid Alwi Abdul Aziz az-Zamadghon merupakan salah seorang tokoh yang mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada 1926. Mubaligh yang akrab disapa KH Mas Alwi itu dikenang, antara lain sebagai pemberi nama bagi organisasi tersebut. Berbagai sumber menyebutkan, pribadinya yang tawaduk dan cermat.

Pada awal abad ke-20, kaum Muslimin sedunia sedang menghadapi tantangan serius dari kolonialisme Barat. Sebagian kalangan meresponsnya dengan mengajukan gagasan modernisme Islam. Kontestasi wacana itu pun sampai ke Nusantara, antara lain melalui jaringan haji atau para pelajar yang pernah merantau ke Haramain dan Mesir.

KH Mas Alwi termasuk kelompok alim yang pernah menimba ilmu di Tanah Suci. Ia pun turut merasakan, bagaimana sebagian Muslimin menyambut gegap gempita gagasan modernisme, seperti yang dicetuskan akademisi Universitas al-Azhar (Mesir) Muhammad Abduh. Salah seorang yang terpesona pada ide ini ialah KH Mas Mansur, yang masih berkerabat dengan Kiai Mas Alwi.

Akan tetapi, ada yang sedikit membuatnya penasaran. Mengapa Kiai Mas Mansur pergi ke Mesir untuk mempelajari gerakan pembaruan Islam? Bukankah gagasan pembaruan itu ada di Eropa dengan gerakan Renaisans?

Maka itu, Kiai Mas Alwi pun berpikir keras agar dapat sampai ke Benua Biru. Maka, ia memilih untuk bekerja di kapal yang berlayar ke Eropa, khususnya Prancis dan Belanda.