Penutupan dikerjakan demi menghindari penularan Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, KUDUS – Jawatan Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terpaksa menutup lepau makan yang berada dalam Taman Bojana yang adalah pusat kuliner khas wilayah setempat. Penutupan dilakukan menetapkan menghindari penularan Covid-19, menyusul adanya kasus pembeli wafat mendadak saat makan.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti, penutupan warung makan pada Taman Bojana Kudus dimulai hari ini (10/6) hingga batas waktu yang belum bisa dipastikan. Pemilik lepau makan sudah diimbau agar tidak melayani makan pada tempat, melainkan dibungkus buat dibawa pulang. Imbauan itu dirilis menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Suci.

Namun ternyata, kata pendahuluan dia, mereka masih melayani makan di tempat. Real imbauan tersebut dikeluarkan jadi antisipasi warga luar kota dengan rombongan banyak membeli makan dan minum supaya tidak sampai memunculkan transmisi virus corona.

Pada Rabu (9/6) ada pembeli yang wafat di salah satu warung mamah di Taman Bojana Suci. “Jika ada pedagang warung makan yang melanggar, akan dikenakan sanksi tegas pantas dengan peraturan Bupati Suci nomor 41/2020 tentang Implementasi Disiplin dan Penegakan Asas Protokol Kesehatan Sebagai Jalan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Kabupaten Kudus, ” tegas Sudiharti.

Penutupan enam pasar tiban atau pasar dadakan juga masih berlaku had sekarang karena belum meredanya kasus Covid-19. Hal itu dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19 karena lokasi pasar tiban berpotensi menciptakan gerombolan.

Penutupan pasar tiban dimulai sejak 28 Mei 2021 mematok 7 Juni 2021. Tetapi karena hasil evaluasi Tim Satgas Percepatan Penanganan membuktikan kasus Covid-19 Kudusbelum mereka, maka penutupan diperpanjang.