Minuman pasang bersama lumpur merembes ke lobang dimana 5 orang target tersebut berada.

REPUBLIKA. CO. ID,   TARAKAN — Sebanyak lima penambang emas tanpa izin (peti) atau ilegal tewas tertimbun lumpur dan air dalam lobang tambang di blok Nipah-Nipah Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak, Bulungan. Peristiwa itu terjadi pada Satu (18/10) sekitar pukul 17. 00 WITA.

“Kejadiannya dalam hari Ahad, lima orang penambang sudah diberitahu oleh temannya, biar segera keluar dari lobang tangan karena kondisi air akan perangkat namun lima orang tersebut tidak menghiraukan, ” kata Kepala Tempat Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Mengadukan AKBP Budi Rachmat saat dihubungi dari Tarakan, Selasa (20/10).

Pada saat air pasang, ada tanda lobang yang sudah lama ditinggalkan kemasukan air pasang. Air perangkat itu merembes ke lobang yang mana lima orang korban tersebut berada. Kemudian air masuk dan mendatangkan lumpur menimbun kelima korban.

Akibatnya, kelima target kesulitan keluar karena licin dan lobang terisi air. “Rekan-rekan objek mengetahui kejadian ini pada pukul 20. 00 WITA, kondisi lobang sudah penuh air dan lendut, ” kata Budi.

Di dalam hari Senin (19/10) pukul 09. 00 WITA anggota Polsek Sekatak bersama warga masyarakat berangkat ke tempat kejadian perkara untuk membangun mengevakuasi korban.

“Dengan menggunakan bantuan alat berat dan media penyedot air, sekitar pukul 12. 30 WITA telah dievakuasi satu orang korban dari lobang tangan, ” kata Budi.

Salah satu korban atas nama Arfa jenis kemaluan laki-laki, lahir di Palopo di dalam 21 Maret 1997, alamat Dukuh Bantilang RT 006 Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Sulsel. Saat itu, korban masih disemayamkan di jambar tambang illegal.

Saat ini proses pencarian dan evakuasi sedang berlangsung terhadap empat korban yang lain. Lobang tempat mereka tertimbun memiliki kedalaman sekitar 25 meter.

 

sumber: Antara