Deteksi Covid-19 dengan kecerdasan desain dinilai lebih akurat dan gampang.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong PT Indo Farma (Persero) mempercepat kerja sama dengan perusahaan Uni Emirat Arab (UEA), G42, terkait pengadaan tes covid-19 menggunakan laser dan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Erick menghargai sistem deteksi covid-19 yang dilakukan G42 dengan laser dan kecerdasan buatan relatif lebih murah & akurat ketimbang rapid test yang selama ini dijalani.  

“Ini yang kita lagi godok Indo Farma untuk mempercepat kerja sama ini. Kalau ini bagus, bisa diterapkan juga di departemen, pabrik, hingga puskesmas, ” perkataan Erick saat koordinasi dengan Kepala Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Mohammad Faqih dan Ketua Umum Persekutuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah di Jakarta, Kamis (3/9).  

Erick menyebut sistem deteksi itu sangat efisien lantaran hasilnya dapat diketahui hanya dalam satu menit. Dari segi akurasi, kata Erick, sistem ini berada di akan rapid test dan mendekati tes PCR. Apabila kerja sama ini terealisasi, Indonesia akan menjadi negara pertama yang bekerja sama secara G42 dan dapat mulai melayani implementasi di lapangan.  

“Teman-teman bisa cek, itu sudah ada pada berita internasional. Kita yang pertama kerja sama dengan G42. Tersebut yang kita lakukan terobosan ataupun terobosan lain yang sedang kita pikirkan, apakah obat, tes ataupun pendisiplinan dari masyarakat, ” kata pendahuluan Erick.