Saat ini sukuk wakaf anyar diterbitkan oleh pemerintah.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencetak 132 investor telah berwakaf menggunakan produk wakaf saham. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Kebaikan Keuangan (OJK), Hoesen menyampaikan wakaf saham sudah ada di lima anggota bursa sekuritas yang menyediakan Sharia Online Trading System (SOTS).

Ia mengatakan pasar modal Indonesia adalah yang pertama di negeri memiliki produk investasi terhubung dengan filantropi Islam. Produk diantaranya zakat saham, wakaf saham, dan cash waqf linked sukuk   (CWLS).

“Data per September 2020 menunjukan jumlah wakif yang berwakaf saham mencapai 132 wakif dengan nilai lebih daripada Rp 230 juta, ” katanya dalam peluncuran Sharia Investment Week 2020, Senin (16/11).

Hingga masa ini sukuk wakaf baru diterbitkan oleh pemerintah. Namun nantinya diharapkan bisa dimanfaatkan atau diterbitkan serupa oleh nazir maupun korporasi dengan bekerja sama dengan nazir.

Hoesen mengatakan produk ini merupakan alternatif pilihan investasi yang bagus bagi investor. Indah dari sisi aspek bisnis maupun spiritual yang bernilai ibadah menetapkan mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf.

Selanjutnya, pemerintah serta stakeholder terkait juga tengah terus-menerus meningkatkan industri halal. Dengan arah Indonesia jadi kiblat halal negeri, juga dikenal sebagai produsen halal global.

“Pasar modal syariah diharap bisa jiplak peran penting sebagai alternatif penyedia sumber pendanaan pelaku industri legal, ” katanya.

Saat ini tersedia banyak opsi efek syariah yg bisa memanfaatkan sesuai kebutuhan pendanaan dan ukuran pendanaan. Tergantung juga pada skala usaha, baik besar, menengah, mungil, maupun mikro. Untuk industri membuang keatas bisa memilih IPO saham maupun sukuk dan efek crowdfunding   untuk usaha mikro dan kecil.