Sejumlah daerah berangkat menyiapkan penyekatan jalan jelang mudik Lebaran.

REPUBLIKA. CO. ID, sebab Febrianto Besar Saputro, Muhammad Fauzi Ridwan, Dadang Kurnia, Mimi Bintang, Dessy Suciati Saputri

Pemerintah akan menyiapkan aturan baru mudik untuk mengantisipasi masyarakat mengabulkan mudik lebih awal. Upaya antisipasi pulangnya masyarakat ke kampung halaman memang harus dilakukan secepat mungkin.

Wakil Kepala Komisi V DPR MENODAI, Syarif Abdullah Alkadrie, mengajukan pengetatan dilakukan mulai dari sekarang. “Saya kira sungguh yang harus dilakukan pemerintah bagaimana ya sekarang tersebut mengadakan sekat-sekat di jalan memeriksa setiap ada dengan datang mudik itu paling tidak dia mengantongi ketentuan-ketentuan prokes, ” kata Syarif kepada Republika, Rabu (21/4).

Bagi umum yang bepergian melalui salur darat, laut, udara oleh sebab itu diwajibkan memiliki surat petunjuk negatif Covid-19. Selain tersebut pengaturan jarak tempat bersandar kendaraan juga perlu diatur.

“Kalau naik mobil ya bagaimana tempat tidak bersesakan, jangan misalnya naik Innova delapan orang diisi ya pasti hendak berdempetan duduknya. Ini dengan seperti ini harus saat ini (diatur), ” ucapnya.

Pengecualian menetapkan diatur juga untuk instrumen pembawa logistik dan karakter yang bepergian karena tugas. Selain itu dia juga menyambut baik diberlakukannya kembali surat izin keluar masuk (SIKM).

“Ya saya kira itu jalan untuk diterapkan itu supaya jelas, surat izin tersebut. Apalagi sekarang trennya meningkat, ” tuturnya.

Meski pemerintah belum menjadikan aturan mudik dini, korps Polrestabes Bandung bersama Negeri Kota (Pemkot) Bandung telah akan melakukan penyekatan untuk mengantisipasi pemudik. Titik-titik ustaz yang akan dilakukan penyekatan akan dibahas saat rapat forum komunikasi pimpinan wilayah pada Jumat mendatang.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Hebat, mengaku akan segera mempercakapkan terkait titik-titik penyekatan mengantisipasi pemudik pasca mendapatkan petunjuk dari pemerintah pusat. Termasuk jumlah personil yang disiapkan dan sarana dan infrastruktur lainnya.

“Untuk penyekatan temanya tadi tidak ada mudik mulai dibanding mulai Polda Metro bakal diperketat begitu pun di Bandung akan dirapatkan titik-titik mana yang akan ditempatkan baik pintu masuk maupun keluar, ” ujarnya.

Ia menuturkan, pembatasan diperkirakan akan dilakukan dalam wilayah perbatasan. Pihaknya juga akan membahas terkait medium dan prasarana yang mau digunakan termasuk personil yang akan diterjunkan.

“Seperti kaya di Cibiru, bukan jalan tol bakal disiapkan termasuk jalan budi juga. Kita lihat rapat Forkopimda, ” katanya. Ia memastikan pihaknya siap melangsungkan penyekatan dalam rangka meminimalisasi penyebaran Covid-19 namun terkait jumlah titik penyekatan sedang belum ada.

Ulung menambahkan, pihaknya tetap akan memberlakukan penutupan timah di sebagian jalan di Kota Bandung. Apabila berlaku peningkatan kasus Covid-19 maka kebijakan buka tutup timah dapat lebih diintensifkan dan ditambah durasi waktunya.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial, mengiakan sudah mendapatkan arahan sebab pemerintah pusat terkait kebijaksanaan larangan mudik tahun 2021. Pemkot selanjutnya akan merapatkan hal tersebut pada kerap pimpinan daerah pada Jumat mendatang.

Dia mengatakan, arahan dari pemerintah pusat yang disampaikan menumpu mudik yang diperketat serta membahas tentang pangan. Ia memastikan stok dan kehadiran pangan di Kota Bandung aman.

“Titik penyekatan belum dibahas. Terpangkal yang paling terlihat, (pembahasan) mudik, ” katanya.

Jawa Timur serupa mulai melakukan persiapan Lebaran, termasuk mengantisipasi pemudik. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan akan memaksimalkan titik-titik penyekatan, yang utamanya berada di perbatasan Jawa Timur. Ada tujuh bintik penyekatan di perbatasan Jatim, yang menurutnya akan dimaksimalkan.

Bagi mereka yang kedapatan mudik, Khofifah menegaskan akan diminta putar balik ke daerah asal. “Di beberapa titik penyekatan nyata ada proses putar balik mereka ke daerah asal. Bukan ke kampung halamannya. Tapi ke daerah dari mana dia mudik, ” prawacana Khofifah di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (21/4).

Khofifah melanjutkan, bagi mereka yang lolos lantaran penyekatan dan terlanjur muncul di kampung halaman, maka diharuskan untuk menjalani karantina. Khofifah mengatakan, dalam Petunjuk Mendagri (Inmendagri) nomor 9 tahun 2021 ada klausul dimana kalau ada dengan nekad melakukan mudik maka antara lain mereka bakal dikarantina 5×24 jam, secara biaya dibebankan kepada bangsa.

“Dalam Inmendagri nomor 9 tahun 2021 ada klausul di mana kalau ada yang nekat melakukan mudik maka antara lain mereka akan dikarantina 5×24 hari (mungkin maksudnya 5×24 jam) dan ongkos karantina atas mereka yang mudik itu, ” ujar Khofifah.

Inmendagri yang mengatur hukuman karantina bagi mereka yang lulus dari hadangan saat mudik, lanjut Khofifah, tidak cuma dikhususkan bagi satu kawasan saja. Artinya hukuman tersebut bisa diterapkan di semua daerah. “Iya jadi Inmendagri itu berlaku bagi kawasan mana saja, ” ujar Khofifah.

Kepolisian Daerah Jawa Timur sudah merilis 7 titik penyekatan yang ditempatkan di pinggiran Jawa Timur. Adalah di perbatasan Tuban-Rembang, perbatasan Bojonegoro-Cepu, perbatasan Ngawi Mantingan-Sragen, pinggiran Magetan-Karanganyar, perbatasan Pacitan Donorojo-Wonogiri, perbatasan Jalur Tol Ngawi-Solo, dan perbatasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi-Gilimanuk, Bali.

“Hanya beberapa jenis kendaraan yang boleh melintas meniti titik-titik penyekatan. Seperti organ petugas, logistik, pengangkut bahan pokok atau sembako, pengangkut BBM, pengangkut alat kesehatan tubuh, dan ekspedisi, ” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko.

Penyekatan juga bakal dilakukan pada 20 titik yang pinggiran daerah di dalam Provinsi Jawa Timur. Penyekatan dimaksudkan buat mengantisipasi mudik lokal. Penyekatan di antaranya dilakukan di pinggiran Gresik-Lamongan, perbatasan Sidoarjo-Pasuruan, pinggiran Mojokerto-Sidoarjo, perbatasan Pasuruan-Probolinggo, pinggiran Probolinggo-Situbondo, dan perbatasan Pasuruan-Malang, perbatasan Malang-Lumajang, dan tapal batas Situbondo-Banyuwangi,

Lalu perbatasan Jember-Lumajang, perbatasan Nganjuk-Jombang, perbatasan Jombang-Mojokerto, perbatasan Blitar-Kediri, perbatasan Kediri-Malang, perbatasan Bojonegoro-Tuban, perbatasan Ngawi-Madiun, perbatasan Madiun-Magetan, perbatasan Madura Utara-Polres Pangkalan Tanjung Perak, perbatasan Madura-Bangkalan, perbatasan Pintu Masuk Pungutan Ngawi, dan perbatasan Kesempatan Masuk Tol Probolinggo.