Kehadiran golongan pemberi peringatan memiliki peran penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Alquran mengingatkan pentingnya keberadaan atau kehadiran golongan pemberi peringatan, bila umat mulai nampak terpecah-pecah dan terjadi penyelewengan. Hal ini dijelaskan dalam Surah Ali Imran Ayat 104 dan tafsirnya.

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung, (QS Ali Imran: 104)

Ayat ini dalam Tafsir Kementerian Agama dijelaskan, untuk mencapai maksud pada ayat tersebut perlu adanya golongan umat Islam yang bergerak dalam bidang dakwah. Tujuannya agar mereka selalu memberi peringatan, jika mulai tampak gejala-gejala perpecahan dan penyelewengan.

Karena itu pada ayat ini diperintahkan agar di antara umat Islam ada golongan umat yang terlatih di bidang dakwah, sehingga mereka dapat dengan tegas menyerukan kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf (baik) dan mencegah dari yang mungkar (maksiat). Dengan demikian umat Islam akan terpelihara dari perpecahan dan infiasi pihak manapun.

Menganjurkan berbuat kebaikan saja tidaklah cukup tetapi harus dibarengi dengan menghilangkan sifat-sifat yang buruk. Siapa saja yang ingin mencapai kemenangan, maka ia terlebih dahulu harus mengetahui persyaratan dan taktik perjuangan untuk mencapainya, yaitu kemenangan tidak akan tercapai melainkan dengan kekuatan, dan kekuatan tidak akan terwujud melainkan dengan persatuan.

Persatuan yang kukuh dan kuat tidak akan tercapai kecuali dengan sifat-sifat keutamaan. Tidak terpelihara keutamaan itu melainkan dengan terpeliharanya agama dan akhirnya tidak mungkin agama terpelihara melainkan dengan adanya dakwah.

Maka kewajiban pertama umat Islam itu ialah menggiatkan dakwah agar agama dapat berkembang baik dan sempurna sehingga banyak pemeluknya.

Dengan dorongan agama akan tercapai bermacam-macam kebajikan sehingga terwujud persatuan yang kukuh kuat. Dari persatuan yang kukuh kuat tersebut akan timbul kemampuan yang besar untuk mencapai kemenangan dalam setiap perjuangan. Mereka yang memenuhi syarat-syarat perjuangan itulah orang-orang yang sukses dan beruntung.