Tenaga kerja yang terampil diyakini dapat mempercepat produktivitas dan daya beradu SDM

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA–Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya merancang Sumber Daya Manusia (SDM) berkompeten demi memenuhi hajat sektor manufaktur. Termasuk bagi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).  

Penyediaan tenaga kerja yang lihai diyakini dapat memacu daya dan daya saing sektor industri tekstil. Dengan begitu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Apalagi, pabrik TPT merupakan satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan. Itu pantas implementasi peta jalan Making Indonesia 4. 0, ” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika melakukan kunjungan kerja di Sekolah tinggi Komunitas Industri Tekstil & Produk Tekstil (AK-Tekstil) Tunggal, seperti dikutip dari pancaran pers pada Senin (21/6).

Ia menjelaskan, selama ini industri TPT berperan penting dalam memberikan kontribusi signfikan terhadap perekonomian nasional. Sektor tersebut, lanjutnya, juga dinilai strategis karena merupakan sektor padat susunan dengan orientasi ekspor.

Kinerja ekspor lantaran industri TPT tercatat sejumlah 10, 55 miliar dolar AS pada 2020. Sementara, dari tahun ke tarikh, serapan tenaga kerja zona industri TPT terus menyusun.  

Pada 2019, terdapat 2, 8 juta pekerja, naik sejak 1, 7 juta pelaku pada 2018. Sedangkan pada 2020, meski tertekan pandemi, serapan tenaga kerja dalam sektor TPT justru naik menjadi 3, 9 juta orang.

“Tingginya permintaan tenaga kerja level ahli untuk industri TPT, membuat Kemenperin berinisiasi mengatur kerja sama dengan Pemerintah Kota Solo, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah, serta Solo Technopark buat mendirikan AK-Tekstil Solo, ” kata Agus. Ia menambahkan, AK-Tekstil Solo berdiri di akhir 2015, dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Januari 2016.  

AK-Tekstil Solo menyelenggarakan program pendidikan setara Diploma II dengan terdiri dari tiga agenda studi, yakni Teknik Pembuatan Benang, Teknik Pembuatan Kain dan Teknik Pembuatan Garmen. “AK-Tekstil dilengkapi fasilitas pendidikan berupa laboratorium, workshop dan teaching factory. Selain itu juga dilengkapi dengan Institusi Sertifikasi Profesi dan Wadah Uji Kompetensi, ” nyata Agus.  

Bahkan, sambungnya, AK-Tekstil Tunggal telah menggunakan metode pelajaran vokasi yang juga diterapkan di negara-negara industri maju, dengan konsep dual system. “Artinya, kurikulum AK-Tekstil berorientasi kepada penguasaan kemampuan kegiatan dengan mengintegrasikan pendidikan pada kampus dengan pendidikan dalam industri, sehingga terwujud sinergi pembelajaran yang efektif untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki daya saing luhur dan benar-benar siap kegiatan di dunia industri, ” tutur dia.

Hingga saat ini, AK-Tekstil Solo telah meluluskan bertambah dari 1. 000 mahasiswa, dengan total sebanyak 300 lulusan setiap tahunnya. Makin, 100 persen dari lulusan tersebut langsung terserap kegiatan di perusahaan-perusahaan tekstil tumbuh yang tersebar di bervariasi wilayah Indonesia, seperti PT Pan Brothers, PT Mataram Tunggal Garmen, dan PT Sritex Tbk.