Disdika akan menutup langsung sekolah yang masih melakukan pembelajaran tatap muka.

REPUBLIKA. CO. ID,   INDRAMAYU — Kegiatan belajar mengajar siswa sekolah di Kabupaten Indramayu, had kini masih dilakukan di rumah. Untuk bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, maka harus ada izin dari Plt bupati Indramayu terlebih dulu.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Caridin menetapkan, selama belum ada izin sejak Plt bupati Indramayu untuk menyelenggarakan kegiatan belajar tatap muka pada sekolah, maka selama itu pula sekolah di Kabupaten Indramayu sedang menerapkan belajar dari rumah (BDR).

“Kalau ada sekolah yang membuka pembelajaran tatap muka tanpa ada permisi dari Pak Bupati, silakan lapor ke Disdik. Kami langsung bergerak untuk menutup sekolah tersebut, ” tegas Caridin, Kamis (10/9).

Penegasan tersebut disampaikan Caridin menyusul merebaknya “Surat Pernyataan Permohonan Belajar Tatap Depan Pada Masa Pandemi Covid-19”. Tulisan itu menyebar baik di kalangan wali murid maupun di jalan sosial dalam beberapa waktu final.

Patuh Caridin, berdasarkan Surat Nomor 7967/C/PD/2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pelajaran Dasar, dan Pendidikan Menengah, memuat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan serta Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan tubuh, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19, belajar tatap muka boleh dilakukan di zona hijau dan daerah kuning berdasarkan hasil pemetaan Rangkai Tugas Nasional Penanganan Covid-19.

Berdasarkan peraturan tersebut, maka satuan pendidikan ataupun sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka harus memenuhi persyaratan berharta pada zona hijau/kuning.

Selain itu, pembelajaran tatap muka juga mesti memperoleh izin dari kepala daerah untuk sekolah umum dan Kepala Kanwil/Kantor Kemenag untuk madrasah. Satuan pelajaran pun harus memenuhi daftar kontrol. Ditambah lagi, ada izin dari orang tua siswa untuk pembelajaran tatap muka.

Caridin menjelaskan, apabila sekolah bakal menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, oleh karena itu pihak sekolah harus terlebih dulu mengajukan permohonan izin kepada tumenggung melalui Disdik. Pengajuan izin sejak sekolah tersebut selanjutnya akan dikaji oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Tingkat Kabupaten.

Tim Gugus Tugas kendati akan melakukan verifikasi kesiapan sekolah. Para guru dan tenaga administrasi pun akan dilakukan swab.

“Setelah hasil verifikasi keluar dan dinyatakan sekolah tersebut boleh menggelar pembelajaran tatap muka, barulah orang tua siswa menganjurkan izin. Izin dari orang tua itu sangat penting karena merupakan arah akhir yang menentukan boleh ataupun tidaknya belajar tatap muka, ” tukas Caridin.

Lebih lanjut Caridin mengungkapkan, untuk pembelajaran tatap muka, pihaknya masih terus mengkaji hal itu. Jikapun nantinya akan dilakukan penelaahan secara tatap muka, akan dikerjakan secara bertahap.

“Pembelajaran tatap muka akan dimulai terlebih dulu dari SMA atau SMK secara berjenjang ke SMP dan SD. Itupun secara prosedur yang ketat, dan bersandar pada Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Pada Masa Pandemi Covid-19 Untuk Satuan Pendidikan di Kabupaten Indramayu. Acuannya ada di danau semua, ” cetus Caridin.

Caridin menambahkan, jika kegiatan pembelajaran tatap depan mulai dilaksanakan, bukan berarti tidak ada BDR. Untuk sekolah dalam luar zona kuning dan muda, pihaknya akan tetap menerapkan bersekolah dari rumah di wilayah tersebut.

Tengah itu, berdasarkan rilis yang disampaikan tim GTTP Kabupaten Indramayu, hiingga Rabu (9/9), total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu telah mencapai 109 orang. Dari jumlah itu, meninggal tujuh karakter, sembuh 78 orang, dan sedang perawatan sebanyak 24 orang.