Patuh Dedie, permasalahan guru menjadi penyambut vaksin harus diselesaikan dulu.

REPUBLIKA. CO. ID, BOGOR — Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta keputusan pembelajaran tatap muka di Kota Bogor, yang direncanakan pada 11 Januari 2021, untuk tidak diputuskan secara gegabah. Sebab, proses pembukaan madrasah menurutnya perlu konsep yang matang.

Dia menjelaskan, beberapa pekan belakang kasus Covid-19 di Kota Bogor justru meningkat tajam. Jika pada tengah kondisi yang demikian, oleh karena itu pembukaan sekolah yang jaraknya hanya sekitar satu setengah bulan sedang, harus diperhitungkan dengan baik.

“Saya melihat perlu ada pembicaraan lebih teknis. Karena hari ini sekadar, dalam dua hari terakhir tingkat penambahan kasus terkonfirmasi positif pada Indonesia meningkat tajam. Bahkan datang di atas 5. 000 menyentuh rekor, ” ujar Dedie masa ditemui Republika di Balai Kota Bogor, Senin (23/11).

Konsep matang yang dimaksud Dedie, antara lain adalah persetujuan antara orang tua siswa, komite sekolah, & pihak sekolah. Sekaligus ketersediaan perkakas dan prasarana yang memadai sebab pihak sekolah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Termasuk akses kepada fasilitas kesehatan.

Selain itu, harus ada bukti terkait para guru dan siswa yang memiliki penyakit komorbid. Bila iya, harus dipertimbangkan apakah itu akan digabung belajar bersama secara siswa lain.

“Jadi saya berfikir, janganlah kita gegabah. Janganlah kita terburu-buru menggelar sekolah. Masalah vaksin ini selalu belum selesai. Jadi namanya penelaahan disekolah harus dikaitkan dengan program besar pemerintah terkait vaksinasi, ” kata Dedie.

Sebab, guru termasuk menjadi satu diantara prioritas penerima vaksin. Menurut Dedie, permasalahan guru menjadi penerima vaksin harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Jadi jangan ceroboh, ada tahapan. Makanya saya ingatkan, ini kan hanya satu setengah bulan lagi sampai tanggal 11 Januari, sementara hari ini dan kemarin Indonesia dalam posisi tertinggi penambahan kasus positif, ” pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menindaklanjuti arahan Menteri Pendidikan & Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait penyelenggaraan pembelajaran tatap muka dalam sekolah, dengan menggelar rapat penyerasian, Sabtu (21/11). Hasilnya, Kota Bogor akan memulai pembelajaran tatap membuang mulai 11 Januari 2021 dengan bertahap.

Penelaahan tatap muka ini dijalankan dengan dua prinsip yakni kesehatan serta keselamatan. Nantinya, pembelajaran tatap muka ini dimulai bagi sekolah dengan telah siap.