Pria Bandung Korban Penipuan Berahi Online Raib Rp 250 Juta

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG — Seorang pria di Kota Bandung  harus kehilangan uang Rp 250 juta. Gara garanya karena tergoda oleh sebuah akun facebook seorang ‘model’ rani cantik.   Korban AK (55 tahun) rela mengirim uang sebanyak itu melalaikan transfer setelah terbujuk merayu sang model palsu. Sesudah sadar tertipu, korban pun melapor polisi hingga kesimpulannya tersangka berhasil diringkus tersangka SH (32).

Kasus peniuan dengan memakai media sosial ini berhasil diungkap Subdit V Unit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Menggambarkan. ‘’Tersangka kasus ini seorang pria  berinisial SH. Dia yang membuat akun facebook palsu yang seolah cara milik model peremuan bujang dan cantik, ’’ kata  Kabid Humas Polda Menjelajahkan,   Kombes Pol Erdi  Chaniago di Mapolda Jawa Barat Selasa, (29/6).

Kasus ini bermula ketika korban berkenalan dengan seorang model cantik menggunakan media sosial. Dari perkenalan itulah, korban  tertarik dengan sang model palsu.    

Di komunikasinya melalui media baik, sang model gadungan merayu korban agar memberinya kekayaan hingga ratusan juga. Uang tersebut akan digunakan untuk usaha dan membeli mobil. ‘’Korban menuruti permintaan karakter untuk mengirim uang Rp 250 juta. Uang dikirim melalui transfer ke cetakan rekening milik seorang peremuan yang diatur tersangka, ’’ ujar dia.

Menurut Erdi, tersangka telah merencanakan aksinya ini. Ia sengaja membuat akun facebook dengan nama peremuan serta mengaku sebagai model. Di akun facebook tersebut, pelaku memasang foto profile peremuan cantik. Tak hanya menjepret, sejumlah video yang menunjukan seorang model cantik pula dipasangnya. “Foto dan video tersebut, diambil pelaku lantaran akun Tiktok bernama Ulva Riani, ’’ tutur tempat.

Uang buatan kejahatan, lanjut Erdi, digunakan tersangka untuk berfoya foya, berjudi, hingga membeli sejumlah barang elektronik. Tersangka SH dijerat dengan Pasal 51 ayat 1 Jo Pasal 35 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE serta Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.