Ridwan Kamil sudah lama menggunakan aplikasi Muslim Memihak dan akan menghapusnya

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera menghapus aplikasi Muslim Pro. Praktik populer ini diduga belakangan diketahui telah menjual data pengguna pada militer Amerika Serikat.

Ridwan Kamil mengakui bahwa permintaan Muslim Pro sangat bagus dan telah digunakannya sejak lama. Tetapi mengetahui bahwa aplikasi tersebut telah disalahgunakan, Riwan Kamil nampak kecewa.

“Saya termasuk pengguna harian apps yang populer tersebut (Muslim Pro) karena memang elok sekali. Namun jika disalahgunakan, tentunya itu melanggar hal fundamental yakni privasi data dan lokasi pengguna, ” kata Ridwan Kamil melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (19/11).

Ia mengaku sudah mengetahui, bahwa pihak Muslim Pro telah membantah tuduhan menjual belikan data pengguna aplikasi Muslim Memihak kepada militer AS. Namun walaupun bukan dijual oleh pihak Muslim Pro, kenyataan bahwa pihak ketiga yang menjual kepada Militer GANDAR tetap saja mengkhawatirkan.

“Sudah ada bantahan lantaran apps Muslim pro. Namun yang diduga menyalahgunakan adalah pihak ke-3 yang terikat kontrak dengan apps ini. Selama hubungan dengan bagian ke-3 terduga ini belum diputus, maka kekhawatiran penyalahgunaan itu masih ada, ” jelasnya.

Karenanya, ia mengimbau kepada klub khususnya Jawa Barat agar sementara waktu berpindah pada aplikasi lain.

“Sementara mari pindah ke apps yang lain, datang ada kepastian terkait perlindungan privasi pengguna. Namun apapun itu semua kembali ke pilihan masing-masing. Tugas saya hanya mengingatkan dan memberi perlindungan kepada warga tercinta beta, ” ucapnya.

Kabar jual beli data lokasi pengguna aplikasi Muslim Pro pertama kala dilaporkan oleh majalah online Motherboard. Patuh Motherboard, aplikasi tersebut dibeli dan digunakan oleh Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM), sebuah divisi tentara yang bertanggung jawab atas kontraterorisme, pemberontakan, dan pengintaian khusus, untuk membantu operasi pasukan khusus di luar negeri.