Pendirian pangkalan dikatakan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan

REPUBLIKA. CO. ID, MOSKOW — Pemerintah Rusia segera menyelesaikan konvensi tentang pendirian pangkalan logistik Tentara Laut (AL) di Sudan. Pemimpin Rusia Vladimir Putin memerintahkan Departemen Pertahanan untuk merampungkan kesepakatan secara negara Benua Afrika tersebut.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menyebut telah meluluskan rancangan perjanjian untuk membangun basis logistik angkatan laut di Sudan pada 11 November lalu. Era ini pihaknya disebut telah di dalam tahap pengajuan penandatanganan dokumen rencana kepada Presiden.

Dilansir Alarabiya English pada Senin (16/11), perjanjian tersebut memuat tentang pembangunan fasilitas logistik Angkatan Laut Rusia di Sudan. Pembangunan basis dikatakan bertujuan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. Fasilitas tersebut bersifat defensif dan tak ditujukan untuk negara lain.

Pangkalan ini disebut akan digunakan untuk melakukan perubahan dan pengisian persediaan logistik untuk awak kapal angkatan laut Rusia. Para tentara juga diharapkan nantinya bisa beristirahat di wilayah tersebut.

Dalam satu diantara poin kesepakatan, Rusia menginginkan ada maksimal empat kapal perang yang boleh tinggal di pangkalan logistik angkatan laut tersebut. Hal itu termasuk dengan kapal angkatan bahar dengan sistem nuklir yang mau mematuhi syarat norma-norma keselamatan nuklir dan lingkungan.

Rusia menjadi salah satu negara yang rajin menempatkan pangkalan militernya di sebesar negara. Beberapa adalah negara tinggi seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, India, China, hingga Jerman.