Satgas jelaskan mengapa keterangan kematian Covid kemenkes dan RS Online berbeda.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Satgas Penanganan Covid-19 menjelaskan penyebab perbedaan data total kematian pasien COVID-19 yang diumumkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan dan Rumah Kecil Online .

Ahli Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, data maut yang diumumkan Pusdatin Kemkes merupakan jumlah kasus pasien meninggal dengan sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Tengah data jumlah kematian yang dipublikasikan Rumah Sakit Online , kata Reisa, merupakan petunjuk yang belum pasti atau belum terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami telah mengonfirmasikan kepada Kementerian Kesehatan RI bahwa data janji dari RS Online belum pasti Covid-19, sedangkan data kematian yang dikeluarkan oleh Pusdatin Kemenkes atau all record sudah terkonfirmasi positif Covid-19, ” ujarnya.

Oleh karena itu, ujar Reisa, data-data dengan ada di RS Online masih perlu pembuktian melalui hasil uji lab.. “Maka bisa disimpulkan data dengan ada di RS Online belum seluruh terkonfirmasi hasil laboratorium, ” ujarnya.

Reisa mengatakan pemerintah sudah mengumumkan data berdasarkan buatan uji laboratorium yang teruji & terpercaya. Dia juga menjelaskan bahwa sudah menjadi kewajiban Indonesia buat mengedepankan transparansi publik dalam penanganan Covid-19.  

Oleh karena itu, pemerintah selalu melaporkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, peristiwa sembuh, dan kasus meninggal sebab Covid-19 setiap harinya. Masyarakat, sekapur Reisa, dapat memperoleh data terkini yang lebih lengkap dan cermat pada situs resmi www.covid19.go.id atau ataupun www.kemkes.go.id.

Berdasarkan data Kemkes, bola lampu Jumat (18/9), jumlah kasus moralitas karena Covid-19 di Indonesia menyentuh 9. 336 kasus, dari mutlak 236. 515 kasus terkonfirmasi Covid-19. Sementara 170. 774 kasus Covid-19 telah dinyatakan sembuh.

sumber: Jarang