Sebagian besar pelanggar protokol Covid-19 memilih melakukan kerja sosial.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Satuan Polisi Pamong Negeri (Satpol PP) Jakarta Pusat menyatukan denda sebanyak Rp 12, 6 juta dari razia “Ok Prend” hari kedua yang dilakukan pada delapan titik kecamatan di wilayah kota administrasi Jakarta Pusat. Tersedia 77 orang yang membayar kompensasi.

“Total dam yang kami kumpulkan hari itu Rp 12, 6 juta tersebut dari 77 orang yang menunaikan denda karena tidak memakai kedok, ” kata Kasatpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan menjelaskan petunjuk pelanggaran razia ‘Ok Prend’ hari kedua di Jakarta Pusat, Rabu.

“Ok Prend” ialah operasi kepatuhan daerah dalam mendisiplinkan penggunaan masker yang diinstruksikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta sejak Selasa (21/7) dengan serentak di seluruh wilayah kota dan kabupaten. Lebih lanjut, Bernard mengatakan pelanggaran yang ditemukan pada hari kedua razia protokol kesehatan tubuh di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi perpanjangan itu berjumlah 546.

“Para pelanggar aturan itu rata-rata memastikan sanksi kerja sosial dibanding membalas denda. Ada 469 orang, itu memilih membersihkan jalan, ” perkataan Bernard.

Lebih sendat, Bernard mengatakan pihaknya berharap supaya masyarakat lebih taat dalam mengarahkan protokol kesehatan terutama terkait penggunaan masker. “Kami harap, masyarakat bisa lebih patuh lagi. Supaya kejadian COVID-19 ini cepat turun. Sehingga kita tak perlu lagi beraktivitas tanpa rasa khawatir seperti era ini, ” kata Bernard.

Sementara itu, Wakil Pemangku Kota Jakarta Pusat Irwandi zaman dikonfirmasi menyayangkan banyaknya temuan bangsa yang menggunakan masker namun dengan cara yang tidak benar dalam tengah pandemi Covid-19. “Itu kita pasti tindak (orang yang tak pakai masker). Orang-orang yang pakai masker tapi ditaruh didagu. Ya sama aja dong ga pakai masker. Itu membentuk awal mulanya penyebaran. Tidak hanya merugikan dia akan tetapi juga orang lain, “kata Irwandi.

sumber: Kurun