Tanah air Malang Mulai Pembelajaran Tatap Muka 19 April

Kebijakan PTM diberlakukan terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.

REPUBLIKA. CO. ID, UDI — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah mengizinkan madrasah melaksanakan Pembelajaran Tatap Depan (PTM) mulai 19 April 2021. Kebijakan ini terekam dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan PTM Terbatas di Periode Pandemi Covid-19 di Praja Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Bersama Empat Menteri, beberapa periode lalu. Meskipun selama itu sudah dilaksanakan Pembelajaran Jangka Jauh (PJJ), pemerintah memperhitungkan, ini berpotensi negatif terhadap anak.

“Semakin lama pembelajaran tatap membuang tidak terjadi, semakin luhur pula dampak negatif yang terjadi pada anak, ” kata Sutiaji dikutip daripada SE Nomor 15 mengenai PTM terbatas yang ditandatangani pada Kamis (14/5).

Penerapan PJJ sungguh-sungguh lama bisa menyebabkan intimidasi putus sekolah dan kemerosotan capaian pembelajaran. Bisa serupa menyebabkan minimnya interaksi anak-anak dengan guru, teman dan lingkungan. Hal ini pula dapat menimbulkan stres, apalagi banyak anak terjebak kekerasan di rumah.

Kebijakan PTM di Kota Malang diterapkan secara terpatok dengan menerapkan protokol kesehatan tubuh (prokes) Covid-19. Aturan itu ditunjukkan kepada seluruh satuan pendidikan di Kota Udi. Hal ini terutama untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar & menengah

Ada pun mengenai rincian pelaksanaan PTM antara asing jumlah peserta didik yang hadir maksimal 50 persen dari total daftar siswa. Sementara untuk 50 persen lainnya, melakukan pembelajaran lantaran rumah. Peserta didik & pengajar sama-sama harus menggembala jarak minimal 1, 5 meter.

Total hari dan jam penelaahan tatap muka harus terpatok. Kepala sekolah wajib memberi rombongan belajar shift secara tetap mengutamakan kesehatan serta keselamatan. “Orang tua ataupun wali dapat memilih bagi putra-putrinya untuk melakukan PTM terbatas atau jarak jauh, ” ucap Sutiaji.

Selain itu, madrasah juga wajib memperhatikan biar peserta didik dan pengajarnya mengenakan masker selama beraktivitas. Sekolah juga harus menyediakan sarana cuci tangan dan hand sanitizer di depan pintu masuk sekolah dan kelas. Kemudian menyiapkan juru bicara pengukur suhu dan rutin memberikan kelas dengan larutan disinfektan.

Kemudian, warga sekolah dilarang melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan. Semrawut menerapkan etika batuk atau bersin dengan benar. Mereka juga diwajibkan membawa makanan dan minuman dari rumah mengingat kantin belum diizinkan beroperasi.

Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tak diperbolehkan di satuan pendidikan. Satuan pendidikan juga dilarang mengadakan kegiatan selain penelaahan di sekolah. Terakhir, Pemkot Malang meminta sekolah membuat SOP PTM terbatas dengan memenuhi prokes Covid-19.

“Jika terdapat kasus konfirmasi positif Covid-19, oleh karena itu pembelajaran tatap muka terbatas dapat dihentikan sementara sesuai jangka waktu kebijakan, ” tegas Sutiaji.