Tepat Setahun Berdiri, PBA Ekspor Produk UMKM Ke Korsel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tepat setahun berdiri, Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) untuk ekspor produk-produk UMKM ke Korea Selatan. Ketua Umum PBA, Ary Zulfikar, menyampaikan keberhasilan MOU untuk ekspor ke Korea Selatan tidak lepas dari usaha dan kerja keras yang dilakukan selama ini.

“Dengan produk-produk UMKM Lupba (badan usaha PBA) yang selama setahun sudah dibina, baik kualitas dan kontuinitasnya, sudah saatnya menembus pasar global.  Berbagai penjajakan sudah dilakukan dengan berbagai negara seperti dengan Jepang dan Korea Selatan,” kata Ary dalam siaran pers, Kamis (30/9).

Gayung pun bersambut. Prime Global Network Co. Ltd dari Korea Selatan ternyata sangat tertarik dengan produk-produk UMKM PBA. Ary menuturkan, persiapan untuk kerja sama ekspor dengan Prime  Global Networking dari Korea Selatan dilakukan selama dua pekan.

“Kami melakukan komunikasi yang intensif untuk persiapan kerja sama ekspor dan alhamdulillah pada hari ini melakukan tanda tangan naskah MOU dengan Mr KM Sung selaku CEO Prime Global Network Co. Ltd,” jelas Ary.

Penandatanganan MOU disaksikan juga melalui Zoom oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama,  dan Advisor Prime Global Network, Danang Girindrawardana, serta dihadiri oleh Dewan Pengawas (BLU) PLK Kemayoran, Achmad Jaka Santosa.

“Penandatanganan MOU ini tidak terlepas dari peranan bapak Danang dan bapak Jaka Santosa yang dalam satu minggu kita berhasil melakukan negosiasi untuk merumuskan MOU ini sehingga pada hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun PBA, kita bisa menandatangani MOU ini,” ujar Ary.

Menurut Ary, keberanian untuk menembus pasar global adalah langkah bagus, untuk mendorong produk-produk UMKM bersaing dengan produk lain. Langkah selanjutnya adalah mengindentifikasi produk-produk apa saja yang sudah siap untuk melakukan ekspor. 

“Karena memang produk UMKM yang tergabung dengan Lupba sangat beragam, dari mulai food and beverages, fashion, hingga craft,” jelasnya. Untuk yang siap ekspor sendiri  terdiri dari Kopi, Kripik Pisang dan lain-lain.  PBA juga menyiapkan agar produksi juga terus dijaga kontinuitasnya agar tidak berhenti di salah satu produk saja.  

Selain menyasar pasar tradisional seperti toko, gerai dan kafe di berbagai pusat perbelanjaan, PBA saat ini juga sedang mengembangkan platform digital.  Market Place dengan platform digital dikembangkan sendiri oleh PBA, untuk menembus pasar daring yang semakin berkembang. “Selain juga tetap berkolaborasi dengan market place  yang sudah eksis, seperti Shopee dan Tokopedia,” katanya.

Menurut Ary, pencapaian dan keberhasilan dalam menembus pasar global tidak lepas dari lahirnya Komunitas antar alumni  yang terbentuk pada bulan maret 2020 yang merupakan cikal bakal organisasi berbadan hukum PBA pada tanggal  26 September 2021  untuk kendaraan bagi semua potensi alumni dari mulai produk UMKM dan jasa lainnya dalam satu wadah. 

Dengan adanya organisasi maka lebih mudah bergerak untuk melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, seperti lembaga pemerintah, kementerian, BUMN, perusahaan swasta untuk diajak berkolaborasi. 

“Dengan bekerja bersama-sama maka kita berkumpul membangun kekuatan, tidak masing-masing bekerja sendiri-sendiri, sehingga kita bersepakat untuk mendirikan perkumpulan berbadan hukum, tepat setahun yang lalu,” ujarnya. Aryberharap ke depan akan semakin solid lagi dan menciptakan berbagai milestones yang menandai keberhasilan-keberhasilan PBA.