Ribuan pasangan di Tanah air Bekasi bercerai tahun ini.

REPUBLIKA. CO. ID, BEKASI — Angka perceraian di Kota Bekasi mengalami penurunan sebesar 10 tip sepanjang tahun 2020. Humas Meja hijau Agama, Kota Bekasi, Masniarti menyuarakan, hingga 22 Desember, jumlah warga Kota Bekasi yang bercerai ada 4. 061 pasangan.

Sedangkan pada 2019, jumlah awak yang bercerai mencapai 4. 596 pasangan. Masniarti mengatakan, salah satu ciri penyebab turunnya angka itu lantaran adanya pembatasan jam layanan yang semula dari pukul 08. 00 WIB hingga 15. 00 WIB menjadi dari pukul 08. 00 WIB hingga 12. 00 WIB saja.

“Selama pandemi jam 8 sampai jam 12. Bahkan pernah ada tidak tersedia penerimaan perkara di bulan April, ” kata Masniarti, kepada kuli, Jumat (25/12).

Adapun, dari total kasus perceraian itu, sebanyak 1. 113 merupakan talak dan 2. 948 merupakan gugatan cerai dari istri. Dia menjelaskan, rata-rata penyebab perceraian umumnya sebab faktor ekonomi.

“Faktor perceraian katakanlah dari dulu sama itu saja, kebanyakan faktor ekonomi. Ya karena dalam hal ini kan yang tinggi memegat gugat, rata-rata karena tidak mencukupi nafkah, ” ujarnya.

Adapun, mayoritas perceraian yang berlaku di Kota Bekasi berasal sebab pasangan yang usia pernikahannya baru lima hingga sepuluh tahun.

“Mayoritas sudah periode, lima tahun sampai 10 tahun ke atas. Tiga tahun ke bawah itu hanya sedikit, ” jelas dia.