Usai Gempa, Dua Kampung Waspada Dibentuk di Lumajang

REPUBLIKA. CO. ID,   LUMAJANG — Kementerian Sosial (Kemensos) membentuk dua kampung siaga bala di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dua kampung waspada ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kematian setelah gempa yang menjadikan kerusakan yang cukup parah di daerah itu di April 2021.

“Kampung siaga bencana ialah program yang dibentuk pada penanggulangan bencana berbasis asosiasi, ” kata Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kementerian Sosial Iyan Kusmadiana dalam terbit yang diterima di Lumajang, Ahad (23/5).

Iyan menghadiri pembentukan besar kampung siaga bencana dalam Kabupaten Lumajang yang secara resmi dikukuhkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq pada Sabtu (22/5) di Lapangan Tempat Bulurejo, Kecamatan Tempursari. Menurutnya, dalam meningkatkan kapasitas kelompok atau penanggulangan bencana berbasis masyarakat maka perlu membentuk melalui beberapa program, yang pertama Tagana, kemudian wilayah siaga bencana.

“Kami mengharapkan agar kampung siaga bencana ke ajaran dapat terus aktif, sehingga kewaspadaan dalam menghadapi kesengsaraan dapat terus meningkat, ” katanya.

Dia menjelaskan pihaknya memberikan pelatihan teknik tentang kebencanaan, masyarakat membuat SOP (standar operasional prosedur) sendiri sehingga mereka tahu dan terorganisasi siapa yang bagian evakuasi, siapa yang bagian dapur ijmal. Masing-masing, kata dia, memiliki koordinator, sehingga jelas jika ada bencana siapa melakukan apa.

“Kami memberikan pembekalan dalam situasi pengetahuan, serta memberikan tumpuan logistik berupa peralatan masak, tenda, family kit, beras, makanan siap saji, dan sebagainya senilai Rp211 juta dengan akan diletakkan dalam kembung sosial sebagai logistik cadangan jika terjadi bencana, ” katanya.

Pembentukan dua kampung siaga bala di Kabupaten Lumajang ini, kata Iyan Kusmadiana, menaikkan jumlah kampung siaga kematian di seluruh Indonesia menjelma 780 kampung. Kementerian Baik akan terus melakukan pembentukan baru di wilayah mengibakan bencana lainnya.

Sementara Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan pembentukan kampung siaga bencana itu jadi langkah untuk pengurangan resiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat jika sewaktu-waktu berlaku bencana. “Kabupaten Lumajang memiliki seluruh potensi bencana. Ana merasakan dampaknya akibat gempa Malang pada April 2021 dan kami punya daya tsunami karena di urat pantai selatan, ” katanya.

Ia mengutarakan Pemkab Lumajang juga punya potensi erupsi gunung berapi dari Gunung Semeru, jadi pihaknya berterima kasih dan mengapresiasi keinginan warga untuk bersama-sama dengan pemerintah buat selalu siaga saat terjadi bencana. Dalam satu golongan kampung siaga bencana ada sekitar 60 warga dengan ditunjuk menjadi anggota dan mereka dibekali dengan sebesar pelatihan mitigasi bencana sesuai pemetaan potensi bencana, pemetaan sumber daya, pelatihan dasar pertolongan pertama dan penyelamatan, keposkoan, hingga dapur umum.

“Jadi di meningkatkan kapasitas masyarakat atau penanggulangan bencana berbasis klub, ini kita bentuk melalui beberapa program, yang prima Tagana, kemudian KSB, ” katanya.

“Kami harus siap dan waspada dalam menghadapi setiap kesedihan yang tidak pernah diduga karena diri kita yang paling penting dan baru dalam meningkatkan kesiapsiagaan kebencanaan, ” kata Thoriqul Haq.

Sesuai arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kemensos fokus melaksanakan kesibukan sebagai antisipasi kemungkinan kematian “mega trust” pantai selatan Pulau Jawa, melalui pengembangan kapasitas masyarakat salah satunya melalui fasilitasi kampung siaga bencana.

sumber: Jarang