Jumlah penduduk miskin 2020 naik 1, 63 juta orang dibandingkan dengan September 2019.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Pengantara Presiden Ma’ruf Amin mengakui, terdapat peningkatan jumlah masyarakat tidak siap selama masa pandemi Covid-19. Buat itu, dia memastikan, pemerintah akan melakukan berbagai upaya dalam menekan angka kemiskinan tersebut.

“Tentang kemiskinan ini, sudah menjadi program pemerintah untuk kita menanggulangi, ” kata Ma’ruf dalam pancaran pers Sekretaris Wakil Presiden era menerima Pimpinan Lembaga Adat Melayu yang dikutip Rabu (16/12).

Dia mengatakan, besar hal yang akan terus diupayakan pemerintah untuk mengatasi masalah kekurangan, termasuk di Riau. Pertama, mas bantuan sosial atau bansos, yakni melalui bansos pendidikan, bansos kesehatan tubuh, bansos sembilan bahan pokok (sembako), dan bansos untuk usaha-usaha mungil atau bansos produktif.

Ke-2, lanjut Ma’ruf, upaya yang dilakukan pemerintah adalah pemberdayaan masyarakat bangsat dengan upaya pemberdayaan ekonomi pengikut. Wapres memastikan bahwa kelembagaan serta dananya telah disiapkan oleh pemerintah.

“Sebenarnya kelembagaannya sudah ada, sudah disiapkan, dan dana untuk–baik bansos maupun untuk pemberdayaan–juga telah disiapkan untuk APBN 2021, ” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan Lembaga Adat Melayu Riau menyampaikan secara umum kondisi yang terjadi di Provinsi Riau. Lengah satunya mengenai angka kemiskinan yang saat ini masih cukup tinggi.  

Pernyataan Wapres tersebut juga sesuai dengan rilis Institusi Pusat Statistik (BPS) terakhir yang menyebut tingkat kemiskinan naik karena pandemi Covid-19 berdampak pada ekonomi masyarakat.

BPS mencatat persentase penduduk miskin per Maret 2020 sebesar 9, 78 persen atau naik dari posisi September 2019 sebesar 9, 22 persen. Dengan jumlah, penduduk miskin bertambah menjelma 26, 42 juta orang. Jumlah itu naik 1, 63 juta orang dibandingkan dengan September 2019.